The Reality

The Reality

Title                 : The Reality (Sequel Special Stage)

Author             : Violet Park

Length             : Oneshoot

Genre              : Friendship, Romance, Comedy (?)

Rating             : PG-15

Cast                 :

–          All member EXO

–          SNSD Taeyeon

–          SNSD Tiffany

–          SNSD Sooyoung

–          SNSD Jessica

Disclamair       : This story is mine. Don’t Be Plagiat!!! Cause this is just imagination No Bash, please J (Love + Girls = Peace, okay J) and please Enjoy the fanfic ^*^

Author note     : Ini untuk yang minta sequel dari ff Special Stage dan untuk yang comment mengenai kejelasan perform dari ff itu, tolong sebelumnya untuk melihat MV dan Live Stage dari Shinwa – Venus untuk lebih menghayati fanfic ini ne? and I hope you enjoy it ^^

____________________________________________________________________

 

= The Reality =

 

Kedua belas namja itu terlihat menonton video dalam televisi besar di hadapan mereka. Beberapa dari mereka duduk dengan tenang di sofa, sebagian lagi duduk di bawah member sebelumnya.

 

Tak lupa juga mereka membawa camilan seperti cookies, potato chips, pop corn, minuman bersoda ataupun minuman kaleng dan lain sebagainya bahkan ada juga ddeobokkie special buatan eomma Suho dan eomma (?) Kyungsoo.

 

Hampir semua namja itu memperhatikan video yang berdurasi cukup panjang itu dengan serius.

 

Dalam video tersebut terdengar jelas, riuh sorak sorai fans yang memenuhi tempat berlangsungnya SM Town Seoul. Terlihat bermacam-macam light stick menyala terang memberikan keindahan tersendiri untuk konser akbar tersebut. Suara fans bahkan semakin keras dimana akan ada special performer.

 

Satu demi satu member EXO yang terpilih, memasuki panggung dengan kostum berwarna hitam dan putih dan bersamaan dengan itu intro lagu venus terdengar mengalun membuat fans EXO berteriak makin histeris meneriakkan nama masing-masing dari keempat namja tersebut. Dan beruntunglah Baekhyun karena mendapatkan giliran pertama untuk menyanyikan lagu tersebut.

 

Nunbusin neoui moseub nal meomchuge hae

meoributeo balggeutggaji modu wanbyeokhan geol

Amu mal eobsi seuchideon neol cheom bon sungan

you light up ~ light up ~ light up~ light up~

 

Baekhyun menyanyikannya dengan nada yang pas membuat fans yeoja berteriak senang, dan setelah kesuksesan Baekhyun sekarang giliran sang visual EXO M Luhan. Tak lupa keempat member EXO tersebut juga menarikan lagu tersebut dengan semangat.

 

Ggumman gatasseo (Dreamer dreamer)

Silkubit neoui deureseu (Angel angel)

Sumgyeoli nuggyeojyeo (Closer closer)

Neorul burugo isseo

 

“Sebentar lagi SNSD nuna akan datang~” teriak Baekhyun heboh dan hanya dibalas anggukan malas member EXO yang lain.

Ah siap-siap menutup telinga~’ batin member EXO yang lain, mereka akan selalu berwaspada dengan mood fanboy salah satu lead vocal EXO-K tersebut jika sudah tiba waktu perform salah satu sunbae mereka tersebut.

 

 

Tepat seperti kata Baekhyun, tak selang berapa lama empat anggota dari SNSD tersebut masuk ke panggung dengan mengenakan dress berwarna putih dan juga topeng warna-warni di wajah mereka, ada yang biru, ungu, pink, dan merah.

 

Baekhyunpun berteriak kencang membuat semua member EXO yang lain menutup telinga mereka dengan berbagai benda, mulai dari bantal sofa, earphone (?), boneka mainan (?), guling, jaket/hoodie yang mereka kenakan bahkan menyembunyikan kepala mereka di bawah meja (?) ataupun tubuh member EXO lainnya untuk mengahalau suara merdu (merusak dunia) ala Byun Baekhyun yang terus menggema selama tampilan SNSD di video.

 

You’re my lo-o-o-o-o-ve venus

Eoreo buteo beorin

Nae momul nogyeo

Neol japgo jabgo sipungeol

Just say your love

Neol japgo jabgo sipungeol\

Just say your love

 

Back to the video, Terlihat jelas di sana mereka menari bersama dengan gerakan yang persis seperti MV Venus sendiri membuat beberapa di antara member EXO yang menonton membuka mulut dan mata mereka lebar-lebar contohnya saja Kai. Sedangkan Suho sibuk mengurus Sehun dan Kyungsoo untuk menutup mata mereka dan sama halnya dengan Suho, Kris juga menyuruh Tao untuk menutup matanya, agar virus Kai tidak menular kepada ketiga magnae tersebut.

 

“Woah kalian beruntung sekali…” decak Kai membuat keempat member yang dimaksud mengarahkan pandangan matanya ke Kai. Sedangkan ketiga maknae yang tertutupi pandangannya oleh tangan Suho dan Kris hanya dapat mengerucutkan bibirmya kesal.

 

Dan lagupun terus berjalan, kali ini giliran rapper Chanyeol beraksi.

 

Hwansangjeogin neoui areumdaum

You’re goddess heaven sent fallin’ down

Neomu chawoni dalla bigyojochado

Jeojubadeul beomjweiljido molla

 

Dan berganti menjadi Luhan lalu Baekhyun. Nah dari lirik ini mini drama BaekYeon dimulai.

 

 Dulmanui sigan (dreamer~dreamer~)

Geu hwansang sogeseo (angel~ angel~)

Meomchwoseon my venus (closer~closer~)

Neoreul wonhago isseo

 

Di lirik tersebut, Baekhyun memegang tangan Taeyeon erat seakan tak ingin melepaskannya sedangkan Taeyeon dengan actingnya seakan-akan waktunya dan Baekhyun akan segera habis dan meninggalkan Baekhyun sendirian tepat sebelum reff selanjutnya.

 

Dan kini semua mata member EXO semakin mengarah ke layar. Mereka ingin melihat kembali adegan HanSica moment di sana. sebelumnya mereka semua melihat mata kedua insane tersebut bertatapan lama satu sama lain.

 

Sinbiroun your eyes nunbusin this night

aju meon goseuro deryeogalge son ggeute daheul ddae

K-R-I-S

 

Luhan melangkahkan kakinya menuju ke Jessica yang menatapnya tak bergeming. Tangan Luhan menarik tangan Jessica yang langsung diterima tanpa pikir panjang sembari Luhan membuka topeng yang menutupi wajah cantik Jessica dan kemudian direngkuhnya tubuh yeoja tersebut.

 

Luhan memeluk Jessica erat yang disambut dengan rengkuhan hangat tangan Jessica di leher namja tersebut.

 

“OMO DAEBAKK!!!” teriak Sehun dan Kai bersamaan. Mereka kini sibuk menggoda Luhan yang hanya tersenyum kecut entah mengapa.

 

Tapi tak hanya adegan itu, di hampir bagian akhir.. Luhan hampir saja mencium bibir Jessica di tengah-tengah panggung namun itu terhenti ketika ia harus menyanyikan part untuk bagian Kris selanjutnya. Sehingga menyisakan  ia dan Jessica yang mematung di tempat dengan posisi seperti itu untuk menunggu hingga part Kris selesai.

 

 I got to love you no one else above you

24/7 always thinkin’ of you

nalgaereul pyeolchyeo gureumwiro deo nopi naraga

higher baby, Let’s fly, touch the sky,

no doubt that You’re one of a kind,

now let’s ride to the moon we can own the night

ne mameul da biwobeorigo I’ll blow your mind

 

Di sini, Kris terlihat mengejar Sooyoung yang hendak melarikan diri darinya. Sooyoung yang terkejarpun merasakan rengkuhan hangat namja tersebut dari belakang yang nampak tengah memeluknya erat. Namun sayang, Sooyoung dengan segera melepaskan pelukan Kris dengan gerakan sedikit disentak dan meninggalkan Kris sendirian.

 

Kembali ke reff kini giliran Chanyeol dengan Tiffany.

 

Unlike other girls you’re outta this world

cheonsadeuldo da mureub ggurheulgeol

ggumsogeman ireonaneun beob

nunape yeosini irwojuneun geot

 

Tiffany terlihat menunjukkan ekspresi sedihnya dan mencoba merengkuh Chanyeol yang sedang bersimpuh didepannya. Ia hendak membujuk Chanyeol hingga berdiri namun karena Chanyeol yang menolak iapun ikut bersimpuh dengan Chanyeol untuk mensejajarkan mereka berdua. Tiffanypun memeluk tubuh namja itu pelan dan kemudian menghilang menyisakan Chanyeol yang tak kuasa untuk mengejarnya.

 

Dan lagupun berjalan kembali dengan dance seperti di MV Venus dan menyisakan masing-masing couple dengan posisi mereka. Setiap member EXO yang terlihat mencoba merengkuh SNSD-malaikat mereka yang tak tahu pasti kapan akan mereka miliki untuk selamanya di bagian penutupnya.

 

 

Tepuk tanganpun membahana di dorm EXO. Masing-masing member mengucapkan selamat untuk kesekian kalinya kepada BaekYeol dan LuKris yang hanya memberikan senyum kepada membernya. Namun kali ini ada yang berbeda, ekspresi sedih kentara jelas di muka kedua member EXO M tersebut.

 

“Hyung ada apa?” Tanya Suho dan Sehun bersamaan, ketika member yang lain kembali ke kamar dan aktivitas individu mereka masing-masing, termasuk Baekhyun dan Chanyeol yang sekarang menghilang entah kemana.

 

“Tidak ada apa-apa” balas keduanya kompak, namun ekspresi sedih tersirat jelas di mata mereka berdua membuat leader dan magnae EXO K tersebut tak percaya.

 

“Hyung ceritakan pada kami berdua ara? Kami akan membantu sebisa kami” ucap Suho bijak yang dibalas anggukan persetujuan Sehun.

 

Kris hanya menghela nafasnya kasar.

 

“Aku…” bicaranya.

 

“Semenjak beberapa hari yang lalu, Sooyoung marah kepadaku. Dan semenjak special stage itu hubungan kami semakin merenggang… aku takut kami tak bisa bersama kembali” aku Kris dan membuat Suho langsung memberikan senyuman kekuatan.

 

“Kalian kan sudah dewasa, bicarakan baik-baik. Sooyoung nuna pasti akan mengerti hyung” ucap Suho.

“Coba saja buat dinner bersama yang romantic dengan Sooyoung nuna, ia pasti akan tidak akan marah kembali kepadamu hyung” tambah Sehun membuat Kris tersenyum kecil.

 

“Baiklah akan kucoba… gomawo atas sarannya Suho-ah, Sehun..” ucap Kris sambil merangkul pelan kedua namja tersebut dan langsung melesat ke dalam kamarnya untuk membuat rencana dinnernya dengan yeojachingunya.

 

“Nah kalau kau hyung? Kau ada masalah dengan Sica nuna?” Tanya Sehun membuat Luhan memalingkan wajahnya ke Sehun. Terlihat kesedihan di sana.

 

“Apa aku melakukan kesalahan Sehun-ah?” gumam Luhan kecil, ia hampir terisak sekarang.

“Memangnya ada apa denganmu dan Sica nuna hyung?” Tanya Suho ganti, sebenarnya Suho tahu apa masalah Luhan karena Jessica adalah member SNSD yang dekat dengannya namun ia memilih untuk tetap bertanya agar dapat meluruskan permasalahan kedua orang yang disayanginya tersebut.

 

“Euhm sejak aku menyatakan cinta di gedung SM. Setelahnya, ia menjadi lebih dingin terhadapku, setiap bertemu dia langsung melarikan diri-tak sudi untuk melihat wajahku… huwaaaa kenapa menjadi begini?” ucap Luhan membuat Sehun melongo heran.

 

“Memang apa yang sudah kau lakukan hingga Sica nuna menjadi begitu hyung? Sica nuna tak akan sekejam itu pada orang yang tidak melakukan sesuatu hal yang membuatnya marah, benar begitu kan Suho hyung?” Tanya Sehun yang mendapat anggukan mantap Suho.

 

Luhanpun berhenti merengek dan mencoba mengingat kembali pertemuan keduanya yang masih dalam atmosfer harmonis (?). iapun menjentikkan jarinya tanda mengerti, kini ia malah sibuk senyum-senyum sendiri membuat Suho dan Sehun berpikir ‘ada apa dengannya?

 

“Ah begitu rupanya… Jadi… Sica nuna tidak suka dicium ya?” gumam Luhan kecil namun dapat terdengar oleh Suho.

“Hyung? Kau? Mencium Sica nuna? Di gedung SM? Apa di depan banyak orang? Kalau iya jelas saja ia menjadi marah denganmu. Kau mempermalukannya di depan banyak orang dan ia takut bahwa akan ada scandal denganmu hyung. Ia kan juga harus memperhatikan dan menjaga namanya, group dan juga dirimu” ucap Suho dan diangguki kembali oleh Sehun.

 

“Tap-tapi aku reflex melakukannya, sungguh aku juga tidak tahu mengapa” bingung Luhan, ia mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Sudah berbagai macam cara ia lakukan untuk meminta maaf dengan Jessica namun ia hanya akan ditolak mentah-mentah oleh yeoja tersebut.

 

“Humm kalau begitu hyung harus segera meminta maaf kepada Sica nuna, nah aku dan Suho hyung akan keluar dulu. Hyung istirahat saja ne? besok jadwal kita akan semakin padat. Annyeong hyung” ucap Sehun tiba-tiba sambil menggeret Suho paksa dan meninggalkan Luhan sendiri berdiri mematung.

 

Kris yang telah selesai membuat rencana dinner dengan Sooyoung kini mengambil benda tipis di mejanya. Ditekannya layar dan dimasukkannya angka-angka yang sudah hafal diluar kepalanya.

Suara yang sama masih saja terdengar dalam telinga Kris namun…

 

“Ada masalah apa? Cepat bicara sebelum kututup telfonmu tuan Wu” ucap seorang yeoja diseberang sana.

 

Kris terlihat tersenyum lebar sebelum kembali menetralkan ekspresinya seperti biasa “Soo, kau ada waktu malam nanti?”

“Waktu? Ada apa tuan Wu?”

“Aku… jika kau ada waktu ayo kita pergi makan bersama.. jika kau bisa” ucap Kris hati-hati, ia takut untuk mendengar jawaban penolakan dari mulut yeojachingunya tersebut.

 

Hening sejenak…

 

“Araseeo tapi aku hanya mempunyai waktu 1 jam saja dan kau yang harus menjemputku di dorm” ucap Sooyoung cepat lalu menutup teleponnya dengan Kris.

 

Kris yang kini mengerjap-kerjapkan matanya tak percaya hanya tersenyum senang dan langsung mengganti pakaiannya untuk pergi menemui Sooyoung.

 

 

“Sehun-ah… kenapa kau tadi bilang kita akan keluar? Kita kan tidak punya jadwal di hari ini?” heran.

 

Sehunpun menoleh ke arah Leadernya itu dan menghela nafas dalam terlebih dahulu.

 

“Kita harus membantu Luhan hyung” ucap Sehun serius.

“Caranya?”

“Begini hyung ……..”

 

 

Masing-masing member EXO yang masih berada dalam kamar mereka kecuali Tao dan DO yang telah tertidur pulas di kamar mereka, keluar dari kamar mereka secara bersamaan, dan itu membuat Luhan yang berdiri mematung sadar dan terheran-heran dengan teman-temannya itu.

 

“Kalian mau kemana?” Tanya Luhan.

 

Xiumin menengok ke Chen, Chen menengok ke Lay dan Lay menengok ke arah Kai.

 

Nah jika begini saja.. kenapa harus ke aku?’ batin Kai.

 

“Kami ingin keluar hyung, ingin ke game center sekaligus berjalan-jalan sejenak. Hyung disini saja ne? istirahatlah besok jadwal kita padat. Oh ya jangan bangunkan Kyungsoo dan Tao. Mereka kecapekan hehe annyeong” ucap Kai diikuti dengan Xiumin, Chen dan Lay yang langsung bergegas keluar dorm.

 

Aneh’ pikir Luhan. Namun karena tidak ingin ambil pusing ia melangkah ke kamarnya dan Sehun untuk beristirahat.

 

 

Di tempat lain, Baekhyun kini mengulum senyum yang siap mengembang lebar dari bibirnya karena sekarang ia sedang dinner berdua dengan Taeyeon yang memang mengajaknya Baekhyun ajak makan bersama untuk merayakan perform mereka.

 

“Kau ingin memesan apa Baekkie?” Tanya Taeyeon membuyarkan lamunan dari Baekhyun.

“Eh? Aku? Oh-ehm yang sama seperti nuna saja tidak apa-apa” jawab Baekhyun terbata-bata membuat Taeyeon hanya mengedikkan bahunya heran lalu memesan pesanan mereka.

 

Setelah selesai memesan, Taeyeon langsung mengajak Baekhyun untuk berjalan-jalan sekedar melihat-lihat. Dengan penyamaran, mereka berdua sudah melesat ke berbagai toko maupun kedai makanan ringan di salah satu pinggir jalanan kota Seoul namun….

 

“Chagi~ bagaimana dengan dompet pink ini?” ucap seorang yeoja yang Taeyeon sangat mengenal suaranya.

Kenapa seperti suara…

 

Baekhyun yang juga seperti familiar dengan sosok namja jangkung di sampingnya itupun menengadahkan kepalanya dan terkejut.

 

“Chanyeol?-Baekhyun?” ucap keduanya bersamaan namun dengan suara yang bevolume rendah agar tak ketahuan oleh fans mereka.

“Kenapa kau bisa ada di sini?” Tanya Baekhyun.

“Kau juga… kenapa bisa?” heran Chanyeol.

 

Tak mendapat jawaban dari Chanyeol, yeoja tersebutpun membalikkan badanya dan terkejut dengan hadirnya dua orang yang dikenalnya.

 

“Baekkie? Eonnie? Kalian sedang berkencan?” Tanya yeoja yang tak lain adalah Tiffany itu sambil menunjuk kedua insan tersebut.

 

“Mwo? Kencan?” ucap Baekhyun dan Taeyeon bersamaan.

“A-aniya-kami tidak berkencan” tolak BaekYeon bersamaan namun terlihat jelas rona merah yang terpampang dikedua pipi insane tersebut.

 

“Aish masih saja mengelak dasar hyung” cibir Chanyeol dan langsung menarik tangan Tiffany untuk menghindari tatapan menyelidik pengunjung yang lain di toko tersebut. Sama halnya dengan Chanyeol pasangan BaekYeonpun memilih untuk segera menyingkir.

 

“Aha baiklah, bagaimana kalau kita double date? Pasti seru” ucap Tiffany pelan namun masih menyunggingkan eye smilenya yang cantik.

 

Baekhyun dan Taeyeonpun melirik satu sama lain namun belum sempat untuk menjawab mereka berdua sudah diseret oleh pasangan ChanFany itu.

 

“YA!” teriak BaekYeon bersamaan.

 

 

“Jadi kau harus meneleponnya Hun-ah? Apa kau yakin rencana ini akan berhasil?” ragu Suho yang kini tengan berkumpul bersma Sehun, Kai, Xiumin, Lay dan Chen.

 

“Tentu hyung, kau harus berpura-pura sakit tapi yang memerankannya kali ini adalah Luhan hyung. Nah Kai hyung, Xiumin hyung, Lay hyung dan Chen hyung akan memindahkan Luhan hyung di kamar Suho agar Sica nuna tidak curiga… dan tutupi sekujur tubuhnya dengan selinut dan berikan sebaskom air dan secarik handuk untuk memperlihatkan keadaan layaknya orang sakit agar Sica nuna mau masuk, bagaimana?” runding Sehun dan langsung disetujui oleh keempat namja tadi.

 

“Nah mari kita mulai rencana kita, Luhan hyung pasti sudah tertidur pulas di kamarnya”

 

 

Jessica yang tengah memainkan handphonenya kini mendelik kesal ke layar handphone miliknya itu.

 

‘Haish Siapa yang meneleponku? Menggangguku saja’ batinnya.

 

“Yoboseyo”

“….”

“Nde? Jeongmal? Suho? Kau yakin?”

“….”

“Kenapa harus aku?”

“…..”

“Baiklah, lalu apa kata sandi dorm kalian?”

“…”

“Ah arasseo aku akan ke sana”

 

Jessicapun dengan cepat memakai pakaian keluarnya lengkap dengan alat penyamaran seperti topi dan masker untuk segera melesat ke dorm EXO.

 

 

“Yak hati-hati memindahkannya, tutup kepalanya dengan selimut, tutup semua tubuhnya hyung! Ah jangan lupa taruh obat dan baskom serta handuknya di meja itu ya, ya. Dan sempurna” gumam Sehun setelah membuat lokasi drama pemaafan HanSica dengan bangga.

 

“Nah kita akan menguping di kamar sebelah kan? Di kamar Tao?” Tanya Xiumin dan Chen bersamaan.

“Yups maka dari itu kalian segeralah ke sana untuk bersembunyi dan mengawasi hyung, dan Kai hyung kau bisa ikut aku untuk mengelabui Jessica nuna nanti” ucap Sehun dan mendapat persetujuan dari member EXO tersebut termasuk Suho.

 

“Baiklah mari kita mulai”

 

 

Ting Tong

 

Bel dorm EXO yang berbunyi langsung membuat Kai dan Sehun dengan cepat membukanya dan tampak seorang yeoja berambut panjang coklat tengah berdiri.

 

“Annyeong nuna” ucap Kai dan Sehun bersamaan.

“Annyeong…” balas Jessica, ia sedikit heran kenapa masih ada Kai.

 

“Kai dan aku ak n ada jadwal bersama nuna, Kyungsoo dan Tao hyung tertidur pulas, aku tidak berani membangunkan mereka. Dan mian jika merepotkan nuna. Tolong rawat Suho hyung dulu ne? kamarnya yang pintunya sedang terbuka, gamsahamnida nuna. Annyeong~” balas Sehun dan diikuti dengan Kai keluar meniggalkan Jessica sendirian di dalam dorm EXO.

 

Yeoja itupun memasuki kamar yang dilihatnya terbuka pintu kamar itu.

 

Pastilah ini kamar Suho’ batin Jessica.

 

Jessica yang hendak mengambil handuk terlebih dahulu mengambil tempat duduk di sisi ranjang kasur di kamar tersebut.

 

Diperasnya handuk yang sudah ia celupkan dalam air sebelumnya dan ia hendak saja membuka selimut yang menutupi tubuh namja yang ia kira adalah Suho namun…

 

“JANGAN TIDUR DI KASURKU SEHUNNIE!!!!” teriak seorang namja yang masih terlihat terlelap tidur sambil sebelumnya menendang Jessica kasar hingga yeoja tersebut terjatuh ke lantai dengan pantat terlebih dahulu dan sialnya lagi air di baskom tumpah ke seluruh tubuh yeoja tersebut.

 

Jessica, yeoja itu hanya dapat merintih kesakitan akibar tendangan namja itu.

 

“IGE MWOYA!?!?” teriaknya tak kalah keras.

 

Mendengar teriakan yang suaranya familiar dengan telinganya, namja tersebut langsung bangun dan mengerjapkan matanya tak percaya.

 

“Sica nuna? Untuk apa nuna di sini? Dan mengapa tubuh nuna basah semua?” heran Luhan polos.

 

“Kau!!! Itu semua karena kau!!! Kau menendangku dari tempat tidur itu pabo deer!! Dan untuk apa aku ke sini? Aku diminta dongsaengmu untuk menjaga dan merawat Suho yang sakit ketika kalian semua sedang ada jadwal!!! Lalu kenapa kau yang ada di sini? Dimana Suho? Bukankah ini kamarnya?” balas Jessica sengit, ia masih marah kepada namja yang ada dihadapannya ini setelah insiden di gedung SM serta kejadian yang dialaminya barusan.

 

“Ini kan kamarku—eh? kenapa aku bisa ada disini dan siapa yang sakit? Suho tadi masih terlihat segar bugar nuna. Dan Jeongmal mianhae aku tidak sengaja saat menendang nuna tadi” ucap Luhan sedih.

 

Jessica yang tampak kesal lalu dengan cepat membawa kembali tas yang dibawanya dan meninggalkan Luhan segera. Namun tak terlalu jauh yakni di depan pintu kamar, Luhan berhasil menghentikan Jessica dan menggenggam tangan yeoja tersebut erat.

 

“Nuna, jeongmal mianhae atas kelakuan bodohku beberapa hari yang lalu” ucap Luhan menyesal.

 

Diam, Jessica tetap diam tak bergeming. Ia kembali melangkahkan kakinya ketika merasakan Luhan melonggarkan genggaman tangan mereka. Namun sayang sekali, Luhan kembali mengeratkan tautan tangan mereka lagi.

 

”Appeoda, ya-Xi Luhan, Lepaskan tanganku!!!” bentak Jessica sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Luhan. Tapi tentu saja hal itu tidak akan mudah karena sekuat apapun Jessica berusaha, genggaman Luhan tak akan longgar lagi seperti sebelumnya.

 

“Maafkan aku jika nuna ingin kulepaskan” ucap Luhan pelan, ditatapnya mata kecoklatan milik Jessica dengan perasaan sedih.

 

Jessica membuang mukanya kea rah yang berlawanan, tak ingin melihat raut wajah dan ekspresi Luhan yang benar-benar menggambarkan kesedihan dan penyesalan yang mendalam.

 

Diam, Jessica bingung apakah ia harus memaafkan Luhan? Namun jika tidak ia tidak akan pernah lepas dari namja itu dan hanya akan menimbulkan masalah yang lebih panjang kedepannya karena sekarang dorm itu hanya ada mereka berdua, yang sedang terjaga tentunya.

 

“Baiklah.. kau kumaafkan jadi lepaskan dulu tanganku” ucap Jessica kesal, ia menatap wajah Luhan yang kini sumringah karena ucapan Jessica barusan.

 

“Jinjjayo? Nuna sudah tidak marah lagi padaku?” Tanya Luhan dan dibalas senyum kecil oleh Jessica.

“Ne, maka dari itu lepaskan aku dulu” pinta Jessica.

 

Namun, Luhan malah menggelengkan kepalanya pelan.

 

“Kenapa? Aku kan sudah memaafkanmu, ayo cepat lepaskan!” titah Jessica namun Luhan hanya tersenyum lebar dan meggerak-gerakkan alis matanya ke atas dan ke bawah.

 

“Apa? Ayo cepat lepaskan!” ucap Jessica tak sabar.

“Karena aku yang membuatmu basah kuyup, aku yang akan bertanggung jawab. Sini akan kugantikan baju nuna dengan baju yang masih kering” ucap Luhan semangat sambil menggendong Jessica ala bridal style membuat Jessica meronta menolak.

 

“YAK RUSA ANEH!!! CEPAT LEPASKAN AKU!!! HUWAAA SOMEBODY HELP ME PLEASE!!!!” teriak Jessica dan membuat seluruh member EXO yang tadinya bersembunyi keluar dengan bersamaan.

 

Dan pada saat itu juga pintu dorm EXO terbuka lebar menampilkan 3 pasangan yang baru saja menjalani kencan romantic (?) mereka.

 

Jessica dan Luhanpun membuka mulut mereka heran. Mereka saling menatap satu sama lain.

 

“Sehun, Kai? Bukannya kalian ada jadwal bersama?” Tanya Jessica.

“Dan bukankah kalian ingin pergi ke game center dan berjalan-jalan?” curiga Luhan.

 

“Hyung apa yang kau lakukan?” Tanya BaekYeol bersamaan.

“Kalian sedang apa? Luhan kenapa kau menggendong uri Ice princess seperti itu?” heran Taeyeon dan Sooyoung beserta Tiffany bersamaan sambil menunjuk Jessica yang berada di gendongan Luhan.

 

Karena hal itu Jessica langsung turun dan membuat Luhan harus segera membungkukkan badannya agar yeoja tersebut tak terjatuh.

 

“Apa kalian sudah berbaikan?” Tanya Kris dan dilihatnya Luhan menganggukkan kepalanya dan menunjukkan senyum lebarnya dengan mata berbinar.

 

“Aigoo Sica-ah kenapa tubuhmu basah semua? Luhan apa yang kau lakukan pada Ice princess kami huh? Ayo cepat jelaskan!” Tanya Sooyoung berapi-api.

 

Belum sempat Luhan menjawab, Kai sudah mengeluarkan suaranya.

 

“Ah maafkan rusa kami ini nuna, ia tidak sengaja menendang Sica nuna dan menjatuhkan baskom berisi air ketubuhnya, jeongmal mianhaeyo” ucap Kai dan juga diikuti oleh member EXO yang bersangkutan secara bersamaan dengan membungkukkan badan mereka.

 

“WHAT?! MENENDANG? MENENDANG-NENDANG? YA! XI LUHAN MATI KAU JIKA KAU MENENDANG URI PRINCESS THE TWINS OF HEECHUL SUNBAE!!!” pekik Tiffany dan membuat seisi dorm menutup telinga mereka, bahkan DO dan Tao terbangun dari tidur panjang (?) mereka namun mereka berdua kembali tertidur kembali saking lelahnya.

 

“Jeongmal mianhae nuna aku tidak sengaja” ucap Luhan.

 

Jessica yang tak ingin masalah semakin berlarut kemudian hanya menghela nafasnya dalam.

 

“Biarkan saja, ia tak sengaja melakukannya” ucap Jessica.

“Tapi Sica?”

“Kurasa ada yang lebih bertanggung jawab mengenai ini daripada Luhan” tambah Jessica sambil memandang tajam kepada Sehun yang kini mengusap tengkuknya gatal.

 

“Ehehe mian nuna, memang itu ideku untuk membuat kalian berdua berbaikan” ucap Sehun dan langsung diberikan anggukan mengerti oleh semua yang ada di sana.

“Baiklah kalian kumaafkan” ucap Luhan dan Jessica bersama.

 

“Nah karena kalian sudah berbaikan lebih baik kau segera kembali ke dorm Sica, hari sudah malam. Dan jangan lupa kau ganti bajumu dengan baju member EXO, mungkin kemeja mereka” titah Taeyeon dan langsung dijawab anggukan Jessica beserta member EXO.

 

“Nah kajja kita pulang Soo, Fany.. kami pamit dulu ne? annyeong” ucap Taeyeon sambil menggeret tangan Sooyoung dan Tiffany untuk segera kembali ke dorm mereka. Tak lupa BaekYeolKris juga mengantar yeojachingu (?) mereka kembali ke dorm dengan selamat.

 

 

Sisa member EXO yang masih ada di sana beserta Jessicapun hanya dapat melambaikan tangan mereka sambil melihat ketiga pasangan itu keluar.

 

Setelah merasa cukup, Jessica membalikkan badannya kepada hoobaenya itu.

 

“Nah, siapa yang akan bertanggung jawab untuk mengganti pakaianku yang basah?” tuntut Jessica sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang.

 

Sisa member EXO hanya menolehkan pandangan mereka satu sama lain termasuk Luhan. Namun mereka malah menunjukkan smirk di wajah mereka kecuali Luhan tentunya.

 

“Nuna karena yang menjatuhkan baskom airnya kan Luhan hyung, jadi Luhan hyung yang akan menggantikan pakaian nuna… ah kami istirahat dulu ne? selamat mengganti pakaian Sica nuna hyung~” ucap Kai dan Sehun bersamaan dengan ceria yang langsung berlari ke kamar mereka dengan cepat beserta sisa member EXO lainnya meninggalkan HanSica berdua di tempat.

 

“YA!!!” teriak Jessica tidak terima, ia melirik ke arah Luhan yang kini memberikan smirk kepada Jessica.

 

“Mw-mwoya?” takut Jessica melihat reaksi Luhan barusan.

 

Iapun melangkahkan kakinya ke belakang hingga mengapit dinding. Dan sialnya Luhan juga semakin melangkahkan kakinya ke depan, belum sempat ia melarikan diri dari Luhan. Luhan sudah menyergap kedua tangan Jessica dengan tangan kirinya dan membuka kancing atas kemeja yang dikenakan yeoja tersebut dengan tangan kanannya.

 

“Mari kugantikan bajumu nuna~” ucap Luhan riang sedangkan Jessica hanya dapat berteriak kesal.

 

“HENTIKAN GURAUANMU ITU RUSA YADONG!!! YA!!! LEPASKAN AKU!!! KULAPORKAN KAU KE HEECHUL OPPA NANTI!!! YA!!!!” teriak Jessica bersamaan dengan dolphin screamnya ketika dengan tiba-tiba Luhan menggendongnya ala bridal style kembali menuju ke kamar Luhan dan Sehun yang tepat berada di sebelah kamar Suho.

 

“Nuna~ aku tidak perduli~” ucap Luhan senang lalu menutup rapat pintu kamarnya dengan kaki kirinya.

 

In other side

 

“Kau mendengar apa Sehunnie?” desak Kai yang kini berada di bawah sisa member EXO yang bersembunyi di kamar Tao dan Kyungsoo berada.

“Sebentar hyung, aku tidak dapat mendengarnya” gerutu Sehun.

 

Di saat yang bersamaan kedua member yang tertidur sedari tadi itu terbangun kembali karena suara berisik yang sudah sangat amat sangat mengganggu tidur nyenyak mereka.

 

“Apa yang kalian lakukan di sini hyung?” Tanya Kyungsoo dan Tao bersamaan sedangkan yang ditanya hanya memberikan cengiran khas mereka.

“Sedang mendengarkan sesuatu yang Fantastic hyung~” balas Sehun dan Kai riang namun malah diberi jitakan oleh Lay dan Suho.

 

Oh my~ kenapa dongsaeng dan hyung sama-sama yadongnya sih?’ batin LaySuho bersamaan. Sedangkan KaiHun semakin merapatkan telinga mereka ke dinding untuk mendengarkan apa yang dilakukan Luhan di dalam kamarnya.

 

=The Reality=

 

Huft akhirnya selesai~ >_<

Jarang aku bisa bikin ff oneshoot sepanjang ini, ternyata capek juga ya? -_- #plak!

Nah gimana para penggemar KrisSoo, ChanTiff, BaekYeon, dan tentunya HanSica? Apa kalian suka dengan ceritanya? Karena saya neomu 1000x joha hohoho😀 #evillaugh

 

So, please give your comment to this fanfic nde? No bash J Remember Love + Girls = Peace ^^

Thank You Very Much to read this fanfic J And the last….. See you again in the next fanfic😀

 

Full of Love : Violet Park ^*^

Follow me @WahdaSicca

Special Birthday (Short Ver.)

Teaser

Title                 : Special Birthday (Short Ver.)

Author             : Violet Park

Length             : Oneshoot

Genre              : Friendship, Romance, Comedy (?)

Rating             : General

Cast                 : All Member SNSD

Disclamair       : This story is mine. Don’t Be Plagiat!!! Cause this is just imagination No Bash, please J (Love + Girls = Peace, okay J)

Author Note    : Mian untuk covernya nggak bisa aku buat all SNSD karena ultah member yang g ada di cover belom terlaksana (?) waktu pembuatan ini selesai TT_TT

____________________________________________________________________

 

= Special Birthday =

 

5th of August 2013

 

Ting Tong…

 

Suara bel dorm SNSD membuat salah seorang yeoja disana membuka pintu dorm mereka sambil sesekali menguap lebar.

 

“Oahm siapa yang bertamu pagi-pagi begini?” ujar yeoja tersebut pelan sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.

 

“Eh? apa ini?” gumamnya heran ketika menyadari ada sebuah kotak besar berbungkus kertas pink terbungkus indah di depan pintu dorm mereka.

 

PLAK!

 

“Ah Baboya~ ini kan hari ulang tahun SNSD… mengapa aku bisa lupa? A~ pabo ya” ucap yeoja tadi sambil terus memukul dahinya dengan tangan kanannya meluapkan kebodohannya. Tak disadarinya seorang yeoja lain yang mengenakan penutup mata berwarna pink di atas kepalanya melihat tingkah yeoja tersebut sedari tadi.

 

“Yoong? Kau kenapa? Memukul dahimu sendiri… apa kau sudah gila eoh?” heran yeoja tadi membuat Yoona, yeoja tadi hanya memberikan senyum alligatornya dan memperlihatkan benda temuannya pagi ini. Tak lupa ia menutup keduanya rapat-rapat…

 

1…

 

2…

 

3…

 

Go

 

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA NEOMU KYEOPTA~ YEPPEODA  AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriak Tiffany bersemangat ketika mengetahui kotak hadiah besar yang memajang warna kesukaannya ‘Pink’ berada di depan pintu dormnya.

 

Di saat yang sama Sunny dan Yuri yang sedang membantu membereskan dan  menata makanan penutup untuk sarapan mereka hampir saja memecahkan piring yang tentunya akibat ulah Tiffany barusan.

 

Tak jauh beda dengan kedua temannya, Sooyoung yang sibuk menggambil garpu dan sendok yang terjatuh di bawah meja menjadi terbentur di bagian kepalanya.

 

“Ya!!!! Stephani Hwang kecilkan suaramu!!!” teriak Taeyeon dan Hyoyeon dari dapur bersamaaan yang sibuk membantu menyelamatkan piring yang hampir pecah barusan.

Jessica yang sedang asyik bermain dengan handphone miliknya hanya mengangkat kepalanya ke sumber suara sejenak dan kembali asyik bermain kembali ketika menyadari bahwa itu adalah teriakan temannya Tiffany ‘pasti karena benda yang disukainya’ batin Jessica.

 

Beda halnya dengan Jesica, Seohyun yang mendengar teriakan salah satu eonnienya tersebut langsung melesat ke sumber suara… dan tak lupa menarik tangan Jessica yang berada paling dekat dengannya dan tentunya diiringi dengan segudang protes Jessica yang mengikuti sang magnae dari belakang.

 

 

“Ada apa eonnie?” Tanya Seohyun dengan raut wajah cemas dan dibelakangnya sang Ice Princess pada akhirnya ikut melongokkan kepalanya ke daerah sekitar Tiffany dan Yoona berdiri. Matanya membulat seketika,

 

“IGE MWOYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA????” teriak Jessica keras diiringi dengan dolphin scream andalannya sehingga membuat seluruh  member SNSD yang lain terutama Tiffany, Yoona dan Seohyun yang tak sempat menutup telinga mereka, terhuyung-huyung sejenak.

 

“JESSIEEEE~ Eonnie~” teriak Yuri, Sunny, Sooyoung, Tiffany, Seohyun dan Yoona bersamaan sedangkan Jessica hanya memberikan senyum tiga jarinya di tempatnya berada.

 

“Nah ayo kita bawa saja kotak ini ke dalam, mungkin saja ini hadiah untuk anniversary ke enam kita” ajak Yoona yang kini tengah mengelung lengan bajunya ke atas, siap memindahkan kotak besar itu ke ruang berkumpul member SNSD.

 

Seohyun dan Jessica menolehkan kepala mereka satu sama lain, Tiffany menggangguk girang dan segera membantu Yoona untuk mengangkat benda tersebut ke dalam.

 

“Ayo kita bantu juga eonnie” ajak Seohyun dan diikuti anggukan Jessica lemah, setelah sebelumnya mengantongi handphone miliknya.

 

 

In other side

 

“Bagaimana Hyung? Kau sudah melakukannya kan?” Tanya seorang namja dengan tangan yang sibuk mengetik pesan di handphone miliknya.

 

Dua orang namja yang ditanyai hanya dapat memasukkan kedua tangan mereka di kantong celana mereka.

 

“Kau tenang saja, berhasil dan aman” ucap kedua namja tadi bebarengan sambil mengacungkan kedua jempol tangan mereka dengan bangga.

 

 

“Eh? Apa itu?” heran Sooyoung yang langsung melesat membantu keempat temannya.

“Kotak hadiah~” balas Tiffany dan Yoona senang, membuat semua member langsung mengerubungi mereka untuk melihat dan sekaligus bersiap membuka kotak besar itu.

 

“Kita buka sekarang eonnie?” Tanya Seohyun yang langsung diberikan anggukan oleh semua member SNSD yang lain walau terlihat raut kekhawatiran di wajah mereka namun juga terkadang raut wajah penasaranlah yang menguasai wajah mereka.

 

Dan setelah berdiskusi lama mengenai siapa yang akan membuka kotak misterius itu, pada akhirnya Taeyeonlah yang mendapatkan bagian untuk membuka kotak tersebut.

 

Selalu saja leader yang harus melakukan hal yang berbahaya’ batin Taeyeon.

 

“Satu…” ucap Taeyeon dan wajah member SNSD lainnya semakin cemas.

 

“Dua” kini Yoona dan Jessica saling menutup muka satu sama lain namun tetap saja keduanya berusaha untuk mengintip dari sela-sela jari mereka.

 

“Tiga….” Kini Taeyeon yang menutup matanya walau tangannya sudah berhasil membuka isi kotak tersebut.

 

“Huwaaaaaaa Kyeopta~~~” girang Tiffany dan Sunny bersamaan, hilang sudah kecemasan di hati semua member dengan teriakan girang Tiffany dan Sunny.

 

Tiffany dan Sunnypun  dengan senangnya terlebih dahulu mengobrak-abrik isi kotak tersebut.

 

“Nah ini untuk Uri leader” ucap Tiffany sambil memberikan boneka doggy berwarna putih yang hampir serupa dengan doggy milik Taeyeon dengan nama Taeyeon di pitanya.

“A~ Kyeopta” senang sang Leader sambil membawa boneka tersebut keruangannya untuk diperkenalkan dengan doggynya tentunya.

 

“Ah ini untukku? Aaaa” senang Sunny dengan topi barunya dan sekaligus menyerahkan topi yang lain kepada Hyoyeon.

“Ini untukku?” Tanya Hyoyeon dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Sunny.

 

“Tiff, kurasa ini untukmu?” ucap Sooyoung sambil menyerahkan boneka doggy berwarna pink lengkap dengan bandananya.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAA~”

 

“Hey Soo kurasa ini untukmu” panggil Jessica dan langsung menyerahkan sekotak coklat kepada shiksin SNSD itu.

“Gomawo, ah apa ini? Ambillah Jess, itu milikmu” balas Sooyoung sambil menyerahkan kotak berwarna putih berhiaskan pita berwarna biru dengan sepucuk kertas bertuliskan nama Jessica dan kemudian tersenyum senang karena ada kotak lagi bertuliskan tag SNSD yang ternyata berisi chocolate cake kesukaannya.

 

Apa ini?’ heran Jessica namun ia tidak membuka kotak tersebut dan meletakkannya sembarangan di sofa ruang tersebut.

 

“Waaah aku mendapatkan kalung, bagus tidak eon?” Tanya Yoona sambil memperlihatkan kalung silver kepada Jessica yang dibalas senyuman tulus Jessica.

“Nde, sangat cocok untukmu Yoong”

 

“Yul, kau mendapatkan apa?” Tanya Jessica ingin tahu.

“Jam tangan, kalau kau Sica?”

“Molla, aku belum melihatnya. Lalu Seohyun dapat apa? Apakah buku?” tebak Jessica dan langsung diberi dua jempol oleh Yuri.

 

“Of course it is”

 

 

Setelah semuanya kembali lagi di ruang berkumpul, tiba-tiba Sooyoung teringat sesuatu.

 

“Ah!!!” pekik Shikshin SNSD tersebut.

“Ada apa Soo?” khawatir Hyoyeon.

 

“Eonnie, tadi kau melihat kotak sedang yang berada di kotak besar tadi? Yang kotak pembungkus untuk birthday cake yang kita makan ini” Tanya Sooyoung cepat dan langsung dijawab anggukan oleh Hyoyeon.

“Ne masih ada di atas meja memangnya ada apa?” heran Hyoyeon.

 

“Kurasa di sampingnya ada sebuah benda lagi” ucap Sooyoung.

“Mwoya? Ah coba kulihat, ehm ini?” gumam Hyoyeon sambil memutar kotak tersebut kea rah lain dan menemukan sebuah kertas pembungkus dan didalamnya terdapat sebuah CD.

 

“Ada tulisannya tidak eonnie?” Tanya Seohyun yang melihat dari belakang.

“Humm chamkaman…. Buka dan Lihatlah bersama kesembilan member, Jebal. Itu ucapannya Seo, kita lihat bersama?” tawar Hyoyeon dan langsung diangguki oleh semua member SNSD.

 

 

Cuplikan pembukaan MV I Got A Boy milik SNSD langsung terpampang jelas di layar televisi di ruangan tersebut hingga ketika bagian melihat ke dalam pintu….

 

Aha listen boy, my first love story

 

“EH???????” teriak kesembilan yeoja tersebut bersamaan.

 

=Special Birthday=

 

Hehe😀 gimana chingudeul? Udah pas ndak itu? Hehe maklum juga kalo itu short ver.nya jadi masih banyak part yang bikin kalian penasaran plus aku buatnya pas malem-malem di bulan puasa, jadi agak-agak gimana gitu pas buatnya #ketabrak ngantuk see -_____-

 

So, Please give your comment to this fanfic nde chingudeul? and I hope no bash please J remember Love + Girls = Peace ^^

Once again I will say “Thank You Very Much” to read this fanfic J

And the last….. See you again in the next fanfic😀

Full of Love : Violet Park ^*^

Follow me @WahdaSicca ^^

 

A Love

A Love

Title                 : A Love

Author             : Violet Park

Length             : Oneshoot

Genre              : Friendship, Sad, Romance

Rating             : General

Cast                 :

– SNSD Hyoyeon, SNSD Jessica, SNSD Taeyeon, SNSD Yuri

– EXO Chen, EXO Luhan

Disclamair       : This story is mine. Get inspiration from manga, song and the other source. Don’t Be Plagiat!!! And No Bash, please J

Backsound      : SHINee – Fire, SNSD Jessica feat. Onew – One Year Later, Preview SNSD Jessica OST Dating Agency Cyrano

____________________________________________________________________

 

“Terkadang cinta itu akan memerlukan pengorbanan bukan untuk status pembuktian cinta itu sendiri namun karena Cinta itu sendirilah yang dengan kerelaannya akan memberikan yang terbaik kepada yang di Cintainya”

(Violet Park)

_____________________________________________________________________

 

= A Love =

 

Hening…

Itulah yang dapat dirasakan oleh yeoja yang terlentang di tempat tidur bernuansa putih itu. Hanya suara alat pendeteksi detak jantung yang masih berfungsi yang hanya dapat ia dengar dari ruangan tersebut.

 

Beberapa detik kemudian ia merasakan ada sebuah genggaman tangan di tangan kanannya.

 

“Eomma… aku di mana? Kenapa aku tidak bisa melihat apapun?” Tanya sang yeoja heran sambil meraba-raba tangan seseorang yang menggenggamnya.

 

Si pemegang tangan tadi hanya dapat menangis perlahan mendengar pertanyaan sang yeoja barusan “Ini aku Hyoyeon, Sica-ah”

“Hyoyeon?”

“Ne, kau masih mengingat aku kan?”

Senyum kecil terpampang di wajah yeoja tersebut “Tentu saja aku ingat, Hyo di mana eomma dan appa? Serta Krystal?” herannya.

 

Hening sejenak, Hyoyeon  hanya dapat menggenggam erat tangan Jessica. Ia menghirup nafas dalam sebelum ia menyampaikan berita sedih itu.

 

“Sica…. Orangtuamu dan Krystal tidak berada di sini” ucap Hyoyeon, air mata kembali menuruni kedua pipinya.

“Mereka sedang keluar Hyo? Sampai berapa lama?” ucap Jessica, ia hanya memusatkan pikirannya kepada orang yang disayanginya tersebut.

 

“Mereka… tidak akan kembali Sica-ah, mereka-”

 

Belum selesai mengucapkan kalimatnya, Jessica tersadar akan sesuatu, ia menutup erat telinganya dengan kedua tangannya. Kepalanya menggeleng keras, ia tidak ingin hal buruk terjadi “Hyo, ini… ini tidak mungkin kan? Mereka masih hidup kan? Mereka selamat kan? Hyo, katakan bahwa mereka selamat hyo… Kumohon…”

 

“Sica… sabarlah, mereka sudah tenang di atas sana”

“Aniya, Hyo kau bohong kan? Katakan padaku bahwa kau bohong hyo.. katakan” pinta Jessica, matanya kini sudah banjir dengan air mata.

 

Hyoyeon hanya dapat terdiam.

 

“Mianhae Sica tapi mereka tidak akan senang melihatmu seperti ini…”

“Kau harus berbahagia Sica-ah… kau harus bahagia untuk banyak orang di sekitarmu. Itu pesan terakhir appa dan eommamu Sica. mianhae”

“Tidak hyo…. Tidak mungkin… Appa… Eomma…. Krystal…. Hyo kumohon~” ucap Jessica dengan suara serak sedangkan Hyoyeon hanya terdiam di tempat dan menangis bersama dengan Jessica.

 

One year later….

 

Pagi itu, tiga orang yeoja tengah berjalan di lorong rumah sakit seoul dengan riangnya. Mereka bertiga berjalan dengan senyum cerah yang mengembang satu sama lain hingga salah seorang di sana memanggil yeoja yang berada di tengah mereka.

 

“Jessica-ah, lama tidak berjumpa” ucap sosok tadi dengan senyum mengembang dan kemudian senyuman tersebut menjadi sedikit luntur setelah melihat sesuatu yang sedikit berbeda.

 

Yeoja yang dipanggilnya hanya menatap lurus ke depan dan tangannya sedari tadi menggerak-gerakkan tongkat silver di tangan kanannya ke sembarang arah.

 

Yuri yang mengetahui sikap bingung sosok tersebutpun lalu membisikkan sesuatu kepada sosok tersebut cukup lama dan dibarengi oleh Hyoyeon yang juga membisikkan sesuatu di telinga Jessica.

 

“Taeyeon eonnie? Benarkah ini dirimu?” Tanya Jessica antusias setelah Hyoyeon selesai membisikkan sesuatu padanya, ia mencoba menggapai sosok yeoja yang berada di hadapannya dengan tangannya. Tongkat silver miliknya sudah ia serahkan kepada Hyoyeon sebelumnya.

 

Taeyeon yang mengetahui kondisi Jessica saat inipun tersenyum kecil. Air matanya perlahan turun tanpa Jessica sadari.

 

Iapun mengusap air matanya perlahan dan menggenggam tangan Jessica pelan sembari mengajaknya duduk di salah satu bangku di dekat sana sedangkan Yuri dan Hyoyeon yang memang sedang berada dalam jam kerja mereka di rumah sakit sebagai seorang perawat menitipkan Jessica dengannya.

 

“Nde Sica-ah… Ini aku Taeyeon bagaimana kabarmu sekarang?” Tanya Taeyeon pelan, ia takut menyinggung keadaan Jessica saat ini.

 

Mendengar pertanyaan Taeyeon, Jessicapun tersenyum tipis “Seperti yang eonnie lihat saat ini, aku baik-baik saja dan sehat bugar. Masih ada Yuri dan Hyoyeon yang selalu menjagaku”

 

Mata Taeyeon sedikit membuka lebar karena terkejut mendengar jawaban tulus Jessica “Ah begitu ya? Oh ya kau tidak keberatan untuk berbincang denganku kan? Sudah lama sekali kita tidak berjumpa” ucap Taeyeon sambil menatap wajah cantik Jessica.

 

Jessica yang mendengar penawaran Taeyeon tersenyum senang “Ah nde eonnie, gwencana. Aku membiliki banyak waktu luang eonnie. Bagaimana kabar eonnie? Eonnie tidak sakit kan?” tanyanya khawatir.

 

Taeyeon tersenyum kecil walau ia yakin Jessica tak dapat melihat senyuman itu “Ani Sica-ah aku baik-baik saja. Aku hanya ingin menjenguk salah satu kerabatku di sini”

 

“Apakah ia dirawat di sini eonnie? Sudah berapa lama?” Tanya Jessica kembali, wajahnya kini berubah menjadi sedih.

“Semenjak kemarin Sica-ah ia terkena kecelakaan dan belum sadar hingga saat ini” jawab Taeyeon dengan suara pilu.

 

Jessica yang mendengar suara Taeyeonpun ikut sedih dan menepuk punggung yeoja bertubuh kecil tersebut pelan seraya menenangkannya.

 

Kecelakaan? Semoga ia tidak mengalami nasib yang sama sepertiku eonnie

 

 

Bayang-bayang gelap menghantuinya. Suara decitan keras selalu terngiang bersamaan dengan jeritan kesakitan orang-orang yang disayanginya terasa nyata di tambah dengan warna merah pekat yang terlihat jelas dalam pakaian yang dikenakannya.

 

Peluh dingin keluar begitu deras dari dahi yeoja cantik tersebut. Kepalanya terus menerus menengok ke sana-kemari seakan-akan menolak akan apa yang terjadi pada dirinya sendiri. Beberapa teriakan kesakitan terdengar bersaamaan dengan hal tersebut.

 

“ANDWAE!!!!”

 

Yuri dan Hyoyeon yang tinggal seapartemen dengan yeoja tersebut langsung terbangun dan bergegas menuju ke kamar yeoja tersebut. Mereka berdua segera memeluknnya seraya menenangkannya.

 

“Tenang Sica-ya, itu hanyalah mimpi” ucap Hyoyeon sambil mengelus puncak kepala Jessica sedangkan Yuri membersihkan keringat di dahi Jessica dengan sapu tangan milik Jessica yang berada di meja kecil di sampingnya.

“Hiks aku takut Hyo, mimpi itu selalu menghantuiku. Hal itu terasa nyata sekali, aku…. Seperti akan mendapatkan musibah itu lalu akan meninggalkan kalian…”

 

Yuripun yang tak tega dengan perkataan yang selalu sahabatnya ucapkan setiap malam inipun lantas memeluk Jessica erat yang juga dilakukan oleh Hyoyeon.

 

“Tenang saja Sica kami berdua akan selalu melindungimu sebisa kami” ucap Yuri dan langsung di angguki oleh Jessica.

 

Yuripun melepas pelukan mereka bertiga perlahan dan mencoba menidurkan Jessica kembali

 

“Nah kau tidur lagi ne? Taeyeon eonnie akan mengenalkanmu kepada kerabatnya. ia sangat senang karena kerabatnya selamat dalam kecelakaan kemarin dan barusan saja ia sudah sadar” ucap Yuri membuat Jessica langsung tersenyum.

 

“Jinjjayo? Ah baiklah aku akan tidur lagi. Oh tuhan semoga aku tidak bermimpi buruk lagi, semoga Yuri dan Hyoyeon juga tidak” ucap Jessica polos. Sedangkan Yuri dan Hyoyeon hanya tersenyum dan kembali ke kamar mereka masing-masing setelah sebelumnya kembali menyelimuti tubuh Jessica yang terlelap dengan senyum menghiasi wajah cantiknya.

 

 

Taeyeon dengan senangnya menyambut seorang namja yang kini tengah bersandar di sebuah kursi roda. Tubuh namja tersebut terbalut dengan perban putih di sekujur lengan dan kepalanya.

 

Matanyapun membulat dengan lebar karena mata sang namja yang juga dibalut oleh benda semacam itu “Aigoo Luhan-ah, kau masih baik-baik saja kan?” Tanya Taeyeon khawatir.

 

Sang namja yang tau akan reaksi sepupunya itupun hanya dapat mengerucutkan bibirnya kesal “Sesuai apa yang kau lihat, aku tidak baik-baik saja. Tapi aku masih hidup”

 

Mendengar ucapan menjengkelkan tersebut Taeyeon kontan mencubit lengan Luhan pelan.

 

“Auch appo, ya! Sepupu macam apa kau?” teriak Luhan kesakitan membuat Taeyeon hanya tertawa puas.

“Hahaha sudah sudah, nah ayo kita jalan-jalan ahjumma sudah menitipkanmu padaku 1 minggu ini sampai perban di matamu terbuka. Ah sebelum itu akan kuperkenalkan salah satu temanku padamu”

 

Mendengar ucapan tersebut Luhanpun mendongakkan kepalanya “Teman? Dokter di sini?”

“Bukan-bukan”

“Perawat di sini?” tebak Luhan lagi.

“Tidak juga”

 

Luhanpun menggigit bibirnya pelan “Lalu?”

“Aish kau banyak bertanya sekali ya, sudah ayo kita kesana kajja” ucap Taeyeon dan langsung melesat bersama kursi roda yang dinaiki oleh Luhan.

 

“Nuna, pelankan kecepatanmu huwaaaa bisa mati aku ya!” teriak Luhan sembari mencengkram sisi pegangan tangan kursi roda dengan erat.

 

 

Jessica kembali mengayunkan tongkatnya ke depan, ke samping dan sesekali mengingat-ingat.

 

“Dimana ya letak kursi yang kududuki bersama Taeyeon eonnie kemarin?” ucapnya pelan.

 

Beberapa detik kemudian iapun mendengar suara teriakan semangat Taeyeon dan jeritan kemarahan seorang namja yang tak dikenalnya.

 

“Sica-ah….. aaaa jongmal bogoshippeo” teriak Taeyeon dan langsung berlari memeluk Jessica yang berdiri mematung karena tak mengetahui suatu apapun meninggalkan Luhan yang sedari tadi sibuk menggerutu oleh sikap Taeyeon padanya.

 

“Huh jika ingin bertemu teman saja kau semangat, ya di mana arahnya? Aku benar-benar tidak bisa melihat” protes Luhan membuat Jessica memasang wajah herannya.

“Eonnie kenapa ada suara namja?”

 

Taeyeon yang melepas pelukan merekapun menepuk dahinya pelan “Ah aku lupa dengan Luhan, chamkamanyo, akan aku kenalkan sepupuku padamu Sica-ah. Kau tunggu di sini dulu sebentar, ne?” Tawar Taeyeon sembari mendudukkan Jessica kembali di kursi yang kemarin mereka duduki.

 

Tak selang berapa lama…

 

“Sica-ah kenalkan ini Luhan sepupuku dengan jenis kelamin namja yang cerewet. Dan Luhan ini Jessica temanku ayo kalian salaman terlebih dahulu” buka Taeyeon sambil menyambungkan tangan Jessica dan Luhan.

 

halus dan lembut’ batin Luhan.

seorang namja ya…’ batin Jessica.

 

Karena Luhan yang tidak ingin melepaskan tangannya selama berpuluh-puluh detik, Taeyeonpun langsung memisahkan tangan keduanya.

 

“Hah kau selalu begitu ya Luhan jika dengan yeoja? Ckckck namja macam apa kau ini?” gerutu Taeyeon membuat Luhan mengerucutkan bibirnya kesal.

“Sudahlah eonnie tidak apa-apa. Nah Luhan-ssi kau akan berada di sini berapa lama? Aku akan dengan senang hati menemanimu jika Taeyeon eonnie sibuk” tawar Jessica.

 

Luhan yang mendengar penuturan polos Jessicapun tersenyum kecil dan diiringi dengan pipinya yang merah merona, membuatnya mendapat celutukan oleh Taeyeon

 

“Aigooo ada tomat matang di pipimu Luhan-ah” yang kontan saja mendapat tawa kecil dari Jessica yang memang tidak dapat melihat sebetapa merahnya pipi namja yang ada dihadapannya kini.

 

 

6 Days later…

 

Luhan dan Jessicapun semakin dekat karena Taeyeon sering kali menitipkan dirinya pada Jessica. Mereka seringkali menghabiskan waktu bersama entah mengobrol ataupun duduk di taman merasakan semilir angin yang menerpa rambut keduanya.

 

Luhan tahu bahwa ia merasakan suatu perasaan yang aneh terhadap Jessica, serasa ada jutaan kupu-kupu yang memenuhi perutnya dan siap muncul kapan saja. Entah saat ia tak sengaja menyentuh tangan lembut Jessica atau saat ia mendengar tawa yeoja tersebut.

 

Sama halnya dengan Luhan, Jessica juga merasakan hal yang sama namun ia mengubur dalam-dalam perasaannya kepada Luhan. Mengapa? Ia akan takut bilamana namja itu mengetahui bahwa ia adalah seorang gadis buta dan pastinya tidak akan pernah pantas bersanding dengan namja seperti Luhan. Walau kenyataannya, Luhan sudah mengetahui kondisi Jessica dari Taeyeon dan akan selalu menerima keadaan yeoja yang dicintainya dalam kondisi apapun.

 

 

1 Days later…

 

Kini sudah waktunya bagi Luhan untuk membuka perban yang menutup matanya selama ini. Dokter Chen-teman Luhan semasa sekolah dahulu- yang menangani dirinya dengan perlahan membuka perban tersebut dan menjadi orang pertama yang dapat Luhan saksikan setelah kecelakaan yang dialaminya.

 

“Chen.. aku…. aku bisa melihat…” ucap Luhan tak percaya.

“Nde kau bisa melihat Luhan-ah Chukkae. Nah kau sekarang dapat dengan segera kembali ke rumah” ucap Chen dengan senyum menghias di bibirnya.

“Ah Chen, apakah kau punya data mengenai pendonor mata?” Tanya Luhan tiba-tiba membuat Chen menaikkan alisnya heran.

 

“Kau tidak memerlukannya Luhan”

“Aku tahu itu, hanya saja ini…. Untuk orang lain, ehmm kau kenal Jessica? Sepupuku bilang bahwa ia salah satu teman perawat di sini” terang Luhan membuat Dokter Chen mengangguk faham.

 

“Akan kita coba lihat”

 

 

Jessica duduk diam di sebuah bangku taman di sekitar kompleks apartemennya. Ia memilih duduk di bangku favoritnya-bangku yang berada di sekitar pohon besar kesayangannya semenjak 1 tahun  yang lalu, ketika ia masih bisa menggunakan indra penglihatannya tersebut dengan jelas yang kini berganti karena kecelakaan naas yang menimpanya dan keluarganya.

 

“Ah, Andwae aku tidak boleh mengingatnya lagi” tolak Jessica sambil menggelengkan kepalanya. Iapun memilih untuk diam kembali dan mencoba menikmati semilir angin yang menerpa rambut panjang miliknya.

 

 

Luhan yang senang dengan kondisinya sekarangpun ingin dengan segera menemui Jessica. Ia sudah mencari tahu di mana yeoja tersebut tinggal dan apa yang yeoja tersebut kerjakan saat ini-tentunya itu dari bocoran sepupunya Taeyeon yang ia paksa menjadi agen mata-mata Jessica.

 

Selepasnya di rumah…

 

“Kau hendak pergi ke mana Luhan?” Tanya sang eomma khawatir karena melihat Luhan akan kembali mengemudikan mobil pasca kecelakaan yang dialaminya.

“Tenang saja eomma, hanya ingin menengok bidadari kita kelak” jawab Luhan sambil tersenyum lebar membuat eommanya hanya dapat tersenyum kecil.

 

Ya, eommanya sudah mengetahui siapa yang dimaksud oleh Luhan karena sebelumnya Taeyeon sudah memberi tahu eomma Luhan.

 

“Arasseo, aduh anak eomma yang sedang jatuh cinta. Baiklah hati-hati di jalan”

“Nde eomma aku akan berhati-hati. Bye bye eomma” balas Luhan sambil tersenyum lebar.

 

Dan siapa yang akan mengetahui bahwa senyum lebar dan 2 kalimat tersebut adalah pengantar terakhir Luhan dengan sang eomma tercinta?

 

 

BRAK

 

Hyoyeon yang sedang mengambil cuti khusus untuk hari ini tiba-tiba menghentikan jalannya ketika dirasa ada suara keras yang berasal tak jauh dari jalan rumah Luhan yang memang dekat dengan lokasinya sekarang.

 

apakah mungkin? Ah andwae’ pikir Hyoyeon dan kemudian menghapus pikiran tersebut secepat mungkin, namun ia mencoba memberanikan diri dan melihat ke lokasi kejadian.

 

Dilihatnya mobil berwarna putih yang tak jauh dari sebuah truk yang terpelanting itu terlihat ringsek dan sesosok namja mengeluarkan banyak sekali darah yang mengucur dari tubuh kecilnya tergeletak tak jauh dari bangkai mobil tersebut.

 

“LUHAN!!!” teriaknya keras. Ia berlari cepat menuju ke arah namja tersebut dan dengan segera ia menelepon rumah sakit untuk ambulans secepatnya serta tak lupa ia juga menelepon salah seorang sahabatnya… Jessica.

 

cepat angkat Jess, kumohon

 

 

Dering lagu yang special terdengar dari Jessica. Ia dengan senang hati mengangkatnya karena ia tahu itu adalah telepon dari Hyoyeon yang berjanji akan mengajaknya piknik bersama di taman hari ini.

 

“Yoboseyo…”

“……”

 

Namun… Senyum mengembang Jessica dan hari berwarna layaknya pelangi untuknya kini hilang dalam sekejap. Handphone miliknya terjatuh begitu saja bersamaan dengan air mata yang mengalir deras dari kedua mata indahnya.

 

Iapun terduduk lemas dan menutup mulutnya tak percaya

 

“Luhan…”

 

 

Beberapa perawat termasuk Yuri dan Hyoyeon dengan sigap mendorong kereta pasien yang mengangkut tubuh Luhan yang masih saja mengeluarkan banyak darah. Mata Luhan yang masih terbuka sedikit menyadari Yuri yang ia tahu dari Taeyeon bahwa Yuri adalah salah satu teman Jessica.

 

Iapun menggapai tangan Yuri dan mencoba berbicara beberapa patah kata kepadanya.

 

Yuri yang mengetahui itupun langsung mendekatkan telinganya dan mencoba mendengarkan perkataan Luhan yang terputus karena darah yang terus keluar dan rasa sakit yang tak tertahankan.

 

 

Jessica masuk dengan tergesa-gesa setelah ia menelepon Taeyeon mengenai Luhan saat ini. Ia tergopoh-gopoh memasuki rumah sakit dengan Taeyeon dan eomma Luhan yang kini diderai banyak air mata.

 

Jessica sedaritadi hanya dapat mengepalkan tangannya cemas dan berdoa dalam hati agar Luhan dapat selamat.

 

Kumohon Tuhan selamatkan Luhan

 

 

Di dalam ruang operasi, Chen, Yuri dan juga beberapa perawat lainnya sibuk dengan kondisi pasien mereka saat ini.

 

“Gawat dokter, pasien terlalu banyak kehilangan darah” ucap Yuri sembari membersihkan darah yang terus keluar dari tubuh Luhan.

 

“Dokter, jantung namja ini bocor dan itu terlalu besar, perlu dilakukan donor jantung segera” ucap perawat satunya lagi membuat Chen melihat kembali ke wajah Luhan yang kini menahan sakit yang amat sangat. Ia teringat perkataan Luhan sebelumnya.

 

Chen apakah mataku cocok untuk Jessica?Tanya Luhan.

“yah, ada 80% kecocokan” jawab Chen.

“Begitu ya? Ah ya Chen  apabila dalam waktu hingga tanggal 18 april tidak ada donor yang cocok untuk Jessica berikan kedua mataku ini untuknya dalam kondisi apapun. Lakukan ini secepatnya ne, jebal” ucap Luhan memohon sedangkan Chen melihatnya dengan tatapan tidak percaya.

“Kau gila? Kau baru saja bisa melihat Luhan-ah dan… Mengapa harus tanggal 18 april besok Luhan? apakah tidak ada tanggal lain?”

“Aku ingin agar dia dapat melihat di saat hari ulang tahunnya. Kau pasti bisa melakukannya kan? Apapun yang terjadi walau maut menjemputku kelak, kumohon agar gunakan mataku untuk matanya”

 

Mata Chen tiba-tiba saja membendung air mata yang sangat banyak. Luhan, teman masa remajanya dulu sebegitu inginnya membahagiakan gadis yang dicintainya.

 

I will do your message after I save your life first, Luhan’ batinnya.

 

 

Yuri yang keluar untuk mengambil suatu benda harus tertahan karena cengkraman tangan Taeyeon.

 

“Bagaimana kondisi Luhan saat ini?” Tanya Taeyeon dengan suara seraknya.

 

Yuri yang melihatnya saat itu hanya diam dan melepaskan cengkraman tersebut perlahan. Ia menggelengkan kepalanya pelan.

 

“Jantungnya bocor terlalu besar sehingga kami tidak mungkin akan menutupnya dengan mudah dan ia kehilangan banyak darah, hanya donor jantung yang mungkin akan menyelamatkan nyawanya saat ini” ucapnya parau.

 

Eomma Luhan yang mendengar kondisi anaknya hanya dapat terduduk lemas, ia tidak dapat berkata apa-apa lagi. Siapa yang akan mendonorkan jantung kepada Luhan dalam waktu yang secepat ini?

 

Jessica yang mendengar hal tersebutpun langsung menarik tangan Yuri.

 

“Yul, aku akan mencoba mendonorkan jantungku” ucapnya dan seketika membuat Taeyeon, Yuri dan eomma Luhan menatapnya tak percaya.

 

“Jangan bercanda Sica, Luhan akan sedih jika kau melakukannya” tolak Yuri dan mendapat persetujuan dari Taeyeon.

 

Eomma Luhan yang semula tak dapat berkata apapun akhirnya menyahuti ucapan Yuri “Luhan akan semakin sedih jika kau meninggalkannya Sica”

 

Jessica yang mendengar pertentangan sahabat dan eomma Luhanpun hanya dapat diam sejenak lalu ia kembali  menarik tangan Yuri.

 

“Kumohon… hanya itu satu-satunya upaya agar dia tetap hidup” pinta Jessica.

 

Yuri yang melihat Jessica seperti itupun lalu terdiam sejenak dan dengan terpaksa menganggukkan kepanya.

 

“Mari kita lihat kecocokan jantung kalian berdua”

 

 

Mata Jessica kini tertutup rapat, kereta pasien yang ia gunakan kini telah bersampingan dengan tempat operasi Luhan yang terpisahkan oleh kain hijau yang terbentang vertikal. Ia mengepalkan tangannya erat. Sembari mengingat perkataan Yuri padanya Air matanya mengalir pelan.

 

“Sica-ah kau yakin akan melakukan hal ini?” Tanya Yuri lagi.

“Aku benar-benar yakin Yul”

“Baiklah jika ini maumu Sica, Luhan tadi berkata padaku bahwa ia sangat mencintaimu. Ia tak perduli bagaimana kondisi saat ini. Ia tulus mencintaimu Sica”

 

Jessicapun merasakan ada banyak orang di sekitarnya terdengar dari suara asing yang tak dikenalnya. Lampu operasi yang berada di atasnyapun menyala terang.

 

Kini operasi donor jantung miliknya siap dilaksanakan.

 

Luhan, nado saranghae’ batinnya dan air mata kebahagiaan seta senyuman terakhir di wajahnya terukir dengan indah.

 

 

Chen yang telah mendapatkan donor jantung untuk Luhan dengan sigap memulai operasi untuk penyelamatan nyawa Luhan. Ia melakukan dengan semaksimal mungkin hanya saja….

 

“Dokter detak jantung pasien semakin melemah”

“Dokter detak jantungnya semakin melemah”

 

Teriakan kekhawatiran dari semua perawat yang ada di sana membuat Chen bingung. Dilihatnya Luhan yang kini bernafas semakin pelan dan dirasakannya denyut jantung Luhan semakin lemah.

 

mengapa Luhan? Apakah kau tahu bahwa ini adalah jantung Jessica?

 

Dan senyuman terakhir Luhan yang terlihat oleh Chen serta lurusnya garis alat pendeteksi detak jantung yang membuat bunyi yang selalu dibenci oleh Chen seolah-olah menjawab pertanyaan Chen barusan.

 

 

Seoul, 19th of April

 

Yuri, Hyoyeon, Taeyeon, Chen dan eomma Luhan merasakan duka yang amat mendalam atas kehilangan mereka terhadap dua orang yang mereka sayangi.

 

Ya, nisan dengan nama Xi Luhan dan Jung Soo Yeon yang menghiasi mata mereka semua berdiri dengan kokoh untuk mengabadikan nama yang mendiami dua tempat terakhir tersebut.

 

“Sica-ah meng-apa ka-u ha-rus per-gi men-dahului Lu-han dan ka-u Lu-han mengapa ka-u ha-rus menyusul Si-ca?” ucap Taeyeon terbata-bata, ia tidak sanggup menahan emosinya mengenai dua orang yang di sayanginya itu sama halnya dengan Hyoyeon dan Yuri yang kini sibuk menahan air mata mereka.

 

Yul…Hyo… sewaktu aku tidak berada di sini lagi…. Jangan menangisiku ne?  kecantikan kalian berdua akan hilang jika kalian menangis hehe, jadi kalian harus tetap tersenyum ne? Fighting!’ ucapan terakhir Jessica padanya dahulu membuat mereka berdua tak sanggup untuk meneteskan sedikitpun air mata di pusara yeoja manis tersebut. Walau kentara jelas bahwa genangan air mata siap menghujani pipi mereka berdua.

 

Di sisi Yuri dan Hyoyeon, Eomma Luhan hanya dapat mengelus foto Luhan yang tersenyum hangat dengan sayang dan juga sama sepeti yang lainnya… pipinya penuh dengan air mata kehilangan.

 

“Maafkan eomma nak” ucapnya pilu dan memeluk nisan anaknya erat seakan-akan nisan tersebut adalah penjelmaan anaknya.

 

Sedangkan Chen? Ia sibuk melihat nisan kedua insane tersebut di belakang yeoja-yeoja di hadapannya dan matanya sedikit membelalak melihat dua sosok berpakaian putih tersenyum padanya dengan bahagianya di belakang kedua nisan tersebut.

 

Jessica dan Luhan sedang bergandengan tangan dengan eratnya. Mata mereka memancarkan kebahagiaan dan cinta yang amat sangat tulus sedangkan tubuh mereka berdua dipenuhi oleh cahaya yang lembut.

 

Gamsahamnida’ ucap kedua sosok tadi bersamaan.

 

-Luhan-

“Aku bukanlah pria yang akan melihat wanita dengan tampilan visualnya Sica-ah. Aku mencintaimu apa adanya, dan akan kulakukan yang terbaik untukmu sampai akhir hayatku Saranghaeyo Jessica”

 

 

-Jessica-

“Aku akan melakukan yang terbaik untukmu Luhan…. Aku akan mencintaimu dengan hati ini, akan selalu kujaga janjiku ini hingga ajal menjemputku. Aku berjanji Luhan, aku berjanji Saranghaeyo Luhan”

 

=A Love=

 

Ah nyesek L

Akhirnya athor bisa buat ff HanSica genre Sad, sebenernya nggak ingin sih couple ini punya ending tipe ini tapi karena dulu couple BaekSica end pake ending gini aku coba buat aja dee -_-

Mianhae ne jika kurang ngeh aku buatnya malam-malam dan itu kehalang sama lapar L *plak!

 

Thanks for read this fanfic, dan untuk readers yang belum pernah atuhor balas commentnya di ff author yang lain  jongmal mianhae. Author sering lupa buat bales di page-page selanjutnya x(

 

But overall Gamsahamnida untuk semangat dari kalian dan segudang comment positifnya terutama yang buanyak bgt commentnya ^^ it’s like fantastic spirit bomber to me😀 #author cry in happiness cause that :’)

 

So…. Don’t forget to comment Chingu, see you again in the other fanfic ^^

 

Full of Love – Violet Park

My Angel

My Angel

Title                 : My Angel

Author             : Violet Park

Length             : Oneshoot

Genre              : Comedy, Family, Friendship, Romance

Rating             : General

Cast                 : –    All SNSD Member

–          EXO Baekhyun

–          EXO Luhan

–          EXO Chen

–          EXO Suho

–          EXO Chanyeol

–          EXO Tao

–          EXO Xiumin

–          EXO Kris

–          EXO Sehun

Disclamair       : This story is mine. Don’t be plagiat!!! And No Bash, please J

Note                : karena temenku minta pairing biasnya jadi aku bikinin dee, mumpung idenya lagi ngalir lancar bebas hambatan :3 #emang jalan tol? Hwkwkwk. tapi ada juga couple yang aku bikin sendiri #cast: author kejam!! =,= Aut: terserah author donk :p *ditimpukcast. Okay readers? Ready? Starts! :7 *priiiiit.

 

////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

Title: Duet Couple | Taeyeon – Baekhyun

Backsound : B2ST – Because of You

 

Dapat kudengar dentingan lembut piano di ruangan ini. Ruangan yang biasanya menjadi pelarianku di saat aku sedih maupun penat. Lagi. Ya, kulihat lagi namja itu. Duduk di depan piano dengan jemarinya yang lincah menekan tuts piano.

 

Ku cari tempat duduk yang sekiranya tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan panggung itu. Mata ini masih terus menatap namja itu. Pemilik jari magis penghibur suasana hati ini. Beberapa menit sudah ia bermain hingga kelihatannya ia telah selesai. Buru-buru aku melangkahkan kaki untuk segera keluar dari tempat ini, agar dia tidak terganggu dengan kehadiranku.

 

“Noona tunggu” kudengar namja tadi memanggilku sontak aku mengalihkan pandanganku ke arahnya dengan cemas, khawatir jika ia memarahiku karena mengganggu latihannya.

“Nde, ada apa? Maaf sudah mengganggumu, permisi” ucapku sopan dan hampir saja aku berbalik arah ketika namja tersebut menyebutkan namaku.

“Taeyeon Noona berhenti di sana” teriaknya. Eh? Sejak kapan ia tahu namaku? Kulihat namja itu sedikit berlari kecil untuk menyusulku yang kini memang sedang berada di dekat pintu masuk.

 

“Ah mian, mengapa kau bisa tahu namaku err~?” bingungku, seakan ia tahu maksudku ia langsung berkata.

“Ah aku tahu nama Noona dari salah satu penjaga ruangan ini dan~ Noona bisa memanggilku Baekhyun” ucap namja tadi dengan senyum manis menghias wajah imutnya.

‘Kyaaa kyeopta’ batinku dalam hati.

 

>>>

 

Semenjak itu aku dan Baekhyun mulai sering bersama berada di ruangan tersebut. Sering sekali ia memainkan lagu-lagu untukku dan ia pula yang sering mengajakku untuk duet bersama. Ia mendesakku untuk menyanyi selagi ia bermain piano untukku.

 

“Noona, bisakah kau menyanyi dengan iringan piano ini? Kuyakin kita bisa menjadi rekan duet yang baik” ucapnya dengan senyum mengembang.

‘Ah hanya teman duet ya?’ entah mengapa aku kecewa dia berkata seperti itu. Lho? Apa yang kubicarakan? Taeyeon-ah sadarlah!!!, batinku.

 

Di suatu hari entah mengapa ada yang aneh dengan gelagat Baekhyun. Ia kini lebih sering menggaruk tenguknya yang kuyakini tidak gatal dan terkadang kudapati ia melamunkan sesuatu. ‘Humm ada apa dengannya?’ pikirku.

 

“Noona” kudengar ia mulai berbicara dengan jarinya yang masih menekan tuts piano lembut.

“Euhm wae Baekhyun-ah?” tanyaku.

“Ehm begini Noona ehm” kulihat ia sekarang berdiri di hadapanku. Sedetik kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya.

“Noona maukah kau menjadi yeojachinguku?” ia mengeluarkan sebuah cincin manis di tangannya. Ia menunggu jawabanku dengan ekspresi wajah yang campur aduk, antara senang, cemas dan malu-malu.

 

“Humm bagaimana jika aku tidak mau?” ucapku yang kontan membuat namja itu berubah ekspresi menjadi sedih.

“Ahaha aku hanya bercanda saja Baekhyun-ah. Ne, aku mau menjadi yeojachingumu” ucapku sembari mengenggam erat tangan namja itu. Tangan yang selalu menghiburku lewat jemari lincahnya. Ia terperangah ketika aku mencium sekilas pipi kanannya dan dapat kulihat semburat merah di kedua pipinya.

 

“Ahaha kyeopta” ucapku girang.

“A~ Noona~” rajukknya, dan hari-hari berikutnya kami lewatkan dengan perasaan bahagia.

 

***

Title: Succes! | Sunny – Chen

Backsound : Sistar – Loving U

 

Di suatu hari yang cerah aku sedang asyik berjalan di taman sekolah dengan hari riang gembira, hingga sinar blits kamera tertangkap oleh mataku yang membuat mataku silau. Kulihat seorang namja di sekitar sana. Kulihat Ia sedang mengamati kameranya dengan serius dan dengan senyum (?) di wajahnya. Kuyakin namja itu merupakan orang yang memfotoku tadi. Akupun langsung berlari ke tempat namja tadi berada.

 

“Kau?” tanyaku, aku takut jika ia adalah seorang stalker karena tingkahnya yang sa-ngat aneh.

“Tidak tidak itu bukan aku Noona percayalah” ucapnya tiba-tiba memelas. ‘Hey padahal aku belum bertanya apapun’ pikirku.

“Kau yang memfotoku tadi?” tanyaku lagi, kulihat ia menggigit bibirnya sekilas.

“Ani Noona itu bukan aku percayalah” elaknya lagi.

“Aish kalau bukan kau jadi itu siapa?” kesalku frustasi karena namja di hadapanku ini mengelak pertanyaan yang kutujukan padanya.

 

“Molla Noona, ah Sungmin hyung Annyeong” ucap namja tersebut sambil membungkuk ke arah kananku.

“Ah Sungmin Oppa An-nyeong…” ucapku heran ketika melihat tidak ada Sungmin oppa di sekitarku. Kulihat namja tadi sekilas yang kini tengah berlari menjauh dariku.

“Ahahaha Sunny Noona The Sun Goddes, aku sukses menipumu kan? Ahaha rasakan” ujar namja tadi sembari menjulurkan lidahnya ke arahku.

“Ya Chen! Urusan kita berdua belum selesai!!!” teriakku kesal dan berlari menyusul namja evil (?) tersebut.

 

***

Title: Future Wife? | Hyoyeon – Suho

Backsound : T-ARA – Why Are You Being Like This

 

“Noona….” Teriak seorang namja nyaring di telingaku.

‘Aigoo apa dia akan mengambil semua masakanku ini?’ batinku frustasi.

 

“Wah Noona, kau memasak lagi? Untukku semua ya?” tanyanya polos tanpa dosa sembari meletakkan dagunya seenaknya di pundakku.

‘Suho-ya mengapa kau lakukan itu padaku?’ pikirku frustasi.

 

“Noona Noona ….” ucap Suho lagi, yah namja ini memang sangat cerewet di dekatku padahal jika di dekat orang lain ia diamnya minta ampun. Nah, mengapa jika dekat dengan diriku ia malah bersikap selayaknya anak kecil kepada eommanya? Oh jangan bilang ia menganggapku eommanya, biar begini aku hanya selang beberapa tahun dengannya. ANDWAE!!

 

Kulihat Suho kini sudah memakan beberapa masakanku yang kini tersaji di meja. Huh andai saja appa dan eommanya tidak menyuruhku untuk menjaganya sudah ku pukul dia habis-habisan. Kini aku hanya bisa mendesah frustasi mengawasi namja itu yang kini masih asyik memakan masakan buatanku.

 

“Noona neomu mashita. Kau chef favoritku Noona” ucapnya masih dengan makanan yang belum ditelan dengan sempurna. Kulihat ia tersedak dengan makanan itu.

“Huh rasakan. Kenapa namja semacam kau ini cerewet sekali sih? Makan belum kau telan sempurna kau masih berkicau saja, jadinya tersedak kan?” ucapku sebal dibanding khawatir, tapi tetap saja kusodorkan segelas air kepada namja itu. Ia segera menerimanya dengan cepat dan menghabiskannya dengan segera.

 

“Ah aku selamat. Tapi, Noona kuakui masakanmu neo~mu~ mashita” ucap Suho lagi sambil memberikan dua jempolnya ke arahku. Hihi namja ini lama-lama seperti seorang anak kecil berumur 5 tahun saja.

“Noona kau mau tidak menjadi istri masa depanku nanti? Jika Noona yang menjadi istriku aku tidak keberatan” ucap Suho membuatku menyemburkan air yang kuminum seketika.

“MWO???????”

***

Title: OMG | Tiffany – Chanyeol

Backsound : SNSD Tiffany –  Call Me Maybe

 

Sudah berkali-kali ku katakan kepada namja ini. Jangan sekali-kali mengajakku berjalan bersamanya. Tapi entah mengapa namja satu ini kukuh sekali dengan keyakinannya itu. Aku hanya bisa menghela nafas pasrah dengan sikap keras kepalanya ini.

 

“Huh menyebalkan” bisikku pelan.

“Kenapa menyebalkan Noona? Bukankah harusnya kau senang karena sudah menjadi yeojachinguku” jawab namja tersebut PD.

“Kenapa kau PD sekali?” erangku sedang kulirik ia hanya mengeluarkan smirknya.

“Noona Noona, kenapa sekarang engkau mengeluh? Padahal ketika aku menyatakan cintaku kau menerimanya dengan senang hati” balas namja itu enteng.

“Ya Park Chanyeol kau mulai lagi dengan kejadian itu?” kesalku.

“Aigoo Noona kenapa kau marah padaku? Bukankah kau menerimaku tanpa unsur (?) paksaan sedikitpun?” tanyanya kini melunak.

“Huft memang iya” jawabku lesu dan kini hanya dapat kudengar kekehan pelannya.

 

“Nah kalau begitu mengapa kau menjadi lesu seperti ini eoh? Ayo tersenyum donk Noona, mana eyesmilemu yang cantik itu?” Tanya Chanyeol sambil menarik lengkungan senyum di bibirku dengan tangannya.

“Huft karena aku menjadi perbincangan yeoja maupun namja di sini karena menjadi yeojachingumu kau tahu” balasku.

“Haha salah siapa kau menerima pernyataan cintaku” ucapnya enteng sembari mengamit lenganku dan berjalan kembali dengan senyum lebar di wajahnya.

‘Namja ini, kenapa tidak perdulian sekali?’ batinku kesal dan hanya bisa mengikuti langkahan kaki panjangnya itu.

“Yak jangan cepat-cepat!” keluhku.

“Ops Mian Noona” maafnya.

‘Sabarlah Tiffany, Sabarlah’ batinku dalam hati.

***

Title: Guardian Angel | Yuri – Tao

Backsound : SNSD – Animal

 

Aku dengan tenang melangkah di jalan yang seperti biasa kulalui. Aku mengambil earphone dan mendengarkan lagu dengan riangnya. Namun, tiba-tiba…

 

“Uhmp” erangku karena ada sebuah tangan membekap mulutku.

“Uhm To-lo-ng” ucapku setengah berteriak namun terputus karena seseorang di belakangku dengan sigapnya menutup mulutku kembali dengan bekapan tangannya. Air mata dengan mudahnya mengalir di kedua pelupuk mataku menandakan aku dalam keadaan kalut karena takut.

 

Seseorang itu sekarang membuka pintu penumpang sebuah mobil yang terparkir rapi di sekitar sana. Ia beserta ke empat kawannya mencoba memasukkanku kedalamnya, tapi aku masih bersikeras melepaskan diri dari orang-orang jahat tersebut.

 

Tiba-tiba sebuah bunyi hantaman terdengar di telingaku. Aku menolehkan kepala dan mendapati sesosok namja yang sukses menghajar orang yang membekapku tadi dengan martial artnya. Aku terperangah kaget dengan kejadian yang tidak kuduga itu. Namja tadi hampir saja ditikam oleh salah satu kawan penculik itu jika saja aku tidak berteriak memperingatkan.

 

“KYAAAAAA AWAAAS” teriakku dan ia langsung sigap menghajar kembali penculik tersebut hingga keempatnya tak sadarkan diri. Kulihat ia berjalan mengambil tas ranselnya yang terjatuh sewaktu menghajar tadi.

“Noona gwencana?” Tanya namja tadi sembari mengecek kondisiku.

“Ah gwencana. Terima kasih telah menolongku” ucapku berterima kasih dengan membungkukkan badanku.

“Ah Noona tidak usah begitu. Bukankah setiap manusia wajib tolong menolong?” balasnya sambil tersenyum.

‘Senyumnya memikat’ batinku.

 

“Ah perkenalkan namaku Yuri” ucapku spontan sambil mengulurkan tanganku kepada namja tersebut. Kulihat ia bingung dengan tindakanku tadi.

‘Ah pabo Yuri mengapa bisa kau selancang itu dengan namja yang tidak kau kenal’ erangku dalam hati.

“Yuri Noona? Annyeong Tao imnida. Senang bisa berkenalan denganmu” akhirnya namja bernama Tao tadi menyambut uluran tanganku.

“Ah ne Bangapsumnida” ucapku kikuk dan menggaruk tengukku yang tidak gatal.

‘Aish Yuri kenapa kau bisa seperti ini dihadapan namja ini?’ batin Yuri.

 

“Noona? Gwencana?” Tanya Tao cemas.

“Ah ne gwencana” balasku akhirnya. Tiba-tiba sebersit ide muncul di otakku.

“Bagaimana jika kita makan siang bersama? Aku traktir sebagai imbalan pertolonganmu tadi” tawarku.

“Tapi Noona..” ia masih ingin berkata tapi langsung kuseret tangannya dan berjalan menuju ke kafe langgananku.

“Tenang saja Tao-ssi aku tidak akan menculikmu dan di sana makanannya kujamin enak” tambahku lagi dan kulirik ia hanya tersenyum kecil.

‘Ah betapa manisnya senyuman namja ini’ batinku dan dapat kurasakan semburat merah pada kedua pipiku.

***

Title: You’re Mine | Sooyoung – Xiumin

Backsound : SHINee – Replay

Neomu Kyeopta

Neomu Kyeopta

 

Itu adalah salah satu kalimat yang sering ku ucapkan kepada namjachinguku Xiumin. Ah lebih tepatnya Kim Minseok. Tapi aku lebih suka Xiumin. Owh betapa keras kepalanya diriku? Ehehe. Namjachinguku ini orangnya manis, imut, tampan, keren. Pokoknya campur aduk dee ehehe.

 

“Oppa Oppa” ucapku beraegyo. Ahaha hal ini sering sekali ku lakukan saat bersamanya.

“Ne Sooyoungieku~” balasnya sambil beraegyo pula.

“Oppa~” rengekku sekarang, ya sekarang aku benar-benar merengek bukan lagi beraegyo ria seperti tadi.

“Nde Nde wae? Kau lapar?” tanyanya gemas sambil mengacak-acak rambutku pelan. Ah oppa kau tahu sekali diriku ini.

 

Xiumin akhirnya membawaku ke restoran jepang di dekat lingkungan ini. Dia memesankan pilihannya dan pilihanku sendiri. Sebenarnya semuanya pilihanku sih tapi toh ia juga mempunyai selera yang sama denganku jadi tidak apa-apa kan? Ehehe

 

“Aigoo Sooyoungie, kenapa pesananmu hampir seperti pesanan 5 orang dewasa?” heran Xiumin dengan tatapan melasnya yang seakan-akan berkata ‘bayar dengan apa nanti aku?’

“Aha kan kau sendiri yang mengajakku kemari jadi tanggung resikonya dan kau yang membayar ya?” ucapku enteng sambil memasukkan sushi ke dalam mulutku.

“Omo bisa kering dompetku nanti” bisiknya pelan tapi masih dapat kudengar.

“Tenang saja bagian makanku aku yang bayar nah kau makan dulu oppa, ne?” balasku yang dengan langsung membuat mata Xiumin berbinar bahagia. Kami berduapun makan dengan lahap dan semua pesanan kami habis dalam hitungan menit.

 

“Ah oppa, mengapa kau memilihku untuk menjadi yeojachingumu?” tanyaku setelah kami berdua keluar dari restoran itu. Xiumin hanya diam dan aku juga memutuskan untuk diam menunggu jawaban apa yang keluar dari mulutnya. Tiba-tiba ia menyelipkan tangannya untuk menyibak rambutku. Iapun lalu berbisik.

“Cause You’re Mine” ucapnya singkat.

***

Title: Popular Couple | Yoona – Kris

Backsound : 4minute – Hot Issue

 

Karpet merah terbentang di sepanjang jalan menuju ke sebuah acara yang kami tuju. Kilatan blits kamera dan banyaknya sorot lampu sudah siap menyapa kami di sana. Pintu mobil kami telah dibuka dan terlihatlah bayangan yang sudah kami prediksi sedari tadi.

 

“Yoona-ssi apakah benar anda menjalin hubungan dengan Kris?” Tanya seorang wartawan yang langsung terjawab dengan kehadiran seseosok namja jangkung yang mengapit lenganku.

“Yoona-ssi”

“Kris-ssi”

 

Kudengar mereka semua sibuk untuk memberitakan berita hubungan kami. Ya, kami berdua memang sudah lama digosipkan menjalin hubungan dan.. itu memang benar. Kami memag sudah menjalin hubungan sejak setahun yang lalu.

 

Semakin banyak lagi kilatan blits kamera ke arah aku dan Kris. Bodyguard kami dengan sigap mengamankan jalan kami. Kami berdua berjalan di karpet merah dan berfoto di sana. Setelah itu kami memasuki gedung tersebut.

 

Di dalam suasana riuh membahana dengan tampilnya beberapa artis untuk menghibur maupun tamu undangan yang sibuk dengan urusan masing-masing. Aku dan Kris lebih memilih untuk menemui manager kami berdua yang berada di sekitar sana.

 

Setelah acara tersebut usai, Kris bertanya kepadaku sewaktu di dalam mobil.

 

“Yoong kau yakin dengan keputusan itu tidak akan menyakiti fansmu? Atau mungkin membuat marah managermu?” Tanya Kris khawatir terlihat dari raut kecemasan di wajah tampannya.

“Aigoo sejak kapan kau bisa memasang wajah memelasmu itu di hadapanku? Mana wajah coolmu yang selalu terpampang dalam majalah selama ini?” balasku sambil menyentuh dagu Kris.

“Ya Yoong kau itu ya?” kini gantian ia yang tertawa sambil mengacak pelan rambutku.

“Ingat kita itu bukan seperti orang biasa yang bisa dengan bebasnya menjalin hubungan” terangnya lagi.

“Haha ne, Karena kita model terkenal kan?” balasku.

“Ne” balas Kris singkat.

“And because we are the popular couple right now” batinku lagi.

 

***

Title: DayDream | Seohyun – Sehun

Backsound : SNSD Seohyun – Speak Now

 

Kuedarkan pandanganku di sekelilingku. Aku melihat diriku di pantulan cermin mengenakan dress putih selutut yang cukup simple tetapi manis. Ku melangkah keluar dan melihat teman-temanku yang sibuk akan sesuatu. Nah, apalagi ini?

 

“Noona kenapa kau tak siap-siap?” sapa Sehun kepadaku.

“Eh? Aku? Siap-siap? Untuk apa?” heranku sedang Sehun hanya menunjukkan senyum kecilnya.

“Aigoo Seohyun kenapa kau tidak siap-siap? Sini eomma yang akan mendandanimu. Sehun? Kau harusnya tidak berada disini” tiba-tiba eommaku datang dan membawaku ke sebuah ruangan kecil.

 

Kulihat di dalam ruang tersebut penuh dengan nuansa putih, baik gorden maupun segala perabot di dalamnya. Ah, aku suka sekali warna putih.

 

“Ayo Seohyun kau harus segera bersiap-siap. Nah pakai itu” ucap eomma sambil menunjuk sebuah gaun pengantin panjang berwana pengantin. Tunggu, GAUN PENGANTIN? MWO?

“Eomma siapa yang akan menikah?” bingungku tapi tetap saja tanganku mengambil gaun tersebut.

“Nah? Kenapa kau bisa lupa? Inikan pernikahanmu. Ah anakku sudah besar rupanya” balas eomma sambil mengelap tetesan air mata yang menggenangi pelupuk matanya.

 

Eomma dengan cekatan membantuku memakai gaun pernikahan itu dan merias wajahku dengan make-up yang tipis dan terkesan natural. Eomma kemudian memberikan mahkota bunga mawar putih untuk menghiasi kepalaku dan buket bunga yang juga sama-sama berwarna putih untuk mengisi kekosongan dalam genggaman tanganku. Sebenarnya aku masih bingung, tapi entah mengapa tubuhku bergerak dengan sendirinya.

 

>>>

 

Kini aku sudah berada di dalam gereja dan appa dengan lugas mengamit lenganku. Di sana kulihat Sehun berdiri menyambutku dan appa dengan setelan jasnya. Tunggu, setelan jas? Kulihat kembali ia mengamit lenganku dan membawaku ke altar.

 

“Sekarang kau boleh mencium pasanganmu Sehun-ssi” ucap pendeta menyadarkanku. Wajah Sehun kini lebih dekat dengan wajahku dan tiba-tiba..

 

“Noona kau jangan tidur di pagi hari yang cerah ini. Lihat Cho Seonsangnim hampir memberikan death glarenya padamu” senggol seorang namja yang tak lain adalah Sehun.

“Mwo? SEHUN?” teriakku hingga membuat seisi kelas menoleh ke arahku.

“Ssst Noona” bisik Sehun pelan.

“Ah mianhae” ucapku ke seluruh kelas.

‘It’s Just Dream?’ batinku

***

Title: Going Crazy | Jessica – Luhan

Backsound : SNSD – Gee

 

‘Kau harus bisa mengalahkanku dulu baru segala permintaanmu akan aku kabulkan dan begitu pula sebaliknya’ ucap Luhan dahulu yang membuatku semangat untuk mengalahkannya. Mengalahkannya dalam pertandingan sepak bola satu lawan satu. Siapa yang berhasil memasukkan gol terbanyak ke gawang lawan dalam waktu 45 menit dialah yang menang.

 

Gerimis menemani kami dalam pertandingan tersebut, dan disusul oleh hujan yang cukup deras setelahnya. Aku dan Luhan masih saja asyik menggiring dan mengejar bola yang dengan asyiknya bergulir di tanah yang sedikit berlumpur, menyebabkan baju kami berdua basah dan kotor karena lumpur itu. Ah untungnya saja kami berdua memakai celana selutut jadi tidak terlalu takut untuk mengotorinya, Toh itu bisa dicuci nanti. Di menit-menit akhir pertandingan, aku memohon dengan amat sangat kepada Luhan karena skor kami yang seimbang.

 

“Luhan-ah berikan bola itu padaku ya?” pintaku halus.

“Ani Sica Aniyo” balasnya singkat.

‘Yak kenapa ia tidak mau?’ heranku, padahal biasanya Luhan selalu mengabulkan apa yang ku mau kenapa ia sekarang menolaknya? Apa ia sedang menginginkan sesuatu yang besar dari permintaannya ya?’ batinku.

“Luhan-ah aku janji tidak akan meminta yang aneh-aneh ataupun yang mahal kok. Jadi berikan bola itu padaku ya?” pintaku sambil berpuppy eyes ria, karena terkadang ia langsung luluh dengan perbuatanku itu. Tapi…. Sekarang ia seperti punya anti-body dari puppy eyesku!!! Ia sekarang hanya diam dan malah dengan semangat menggiring bola menuju gawangku. Aish Luhan kenapa kau jadi sekejam ini padaku?!

 

“YAY GOOOOOL” teriaknya girang sambil sesekali berselebrasi dengan menari. Entah tarian apa yang ia tarikan di hadapan hamparan rerumputan hijau ini.

“Aish sudah Luhan hentikan kau seperti orang gila saja” ucapku kesal. Hilang sudah keinginanku  untuk makan gratis huft.

“Oh iya kah? Ehehe mian. Nah sekarang kau siap untuk mengabulkan keinginanku?” Tanya Luhan membuatku kembali tersadar dengan janji kami tadi.

“Huft ne” jawabku lesu. Kulihat ia sedikit berpikir ehm atau mungkin berpura-pura berpikir karena sedari tadi ia senyum-senyum kearahku.

 

“Ayolah Luhan jangan kau senyum-senyum seperti itu ke arahku, itu menakutkan kau tahu?” pintaku cemas. Jujur saja jika Luhan bersikap seperti itu pasti ada yang ia sembunyikan dariku. Dan instingku sebagai temannya mengatakan ‘Apa yang di sembunyikan seorang XI LUHAN adalah bagian terburuk bagi JESSICA JUNG’.

 

“Jess, kau kan orang yang baik, ramah, tidak mengingkari janji dan…” ucapan basa-basinya langsung saja kupotong ketus.

“YA XI LUHAN! Cepat ucapkan permintaanmu itu…. Jangan kau tunda dengan menyanjung-nyanjungku. Aku sadar aku ini yeoja yang paling baik, paling ramah dan tidak akan mengingkari janji, dan…” kini gantian Luhan yang memotong pembelaanku.

“YA JUNG SOOYEON berhenti memuja dirimu sendiri ahaha” tawa Luhan kepadaku sedang aku hanya bisa menggembungkan pipiku kesal.

 

“Nah lalu apa maumu tuanku?” ucapku seakan-akan aku adalah jin yang keluar dari gawang ajaib. Hey, kan tadi dia memasukkan bola ke dalam gawang dan menang sehingga dapat permintaan jadi anggap saja aku jin gawang tersebut.

“Ah Yeoppo Genie Noona..” ucapnya kepadaku dan seketika membuatku tertawa.

“Aish Yeoppo Genie Noona dengarkan permintaan Xi Luhan terlebih dahulu” rajuk Luhan kini dan aku benar-benar tertawa kembali.

“Ahahahaha ne tuanku, apa permintaan tuanku ini yang sekiranya mampu jin lakukan?” tanyaku juga dalam bahasa jin kepada tuannya (?).

 

“Ne, aish kembali ke Jessica version dahulu yeoppo genie noona ppali aku tak sanggup berbicara dengan bahasa jinmu lagi” perintah Luhan sambil mencoba mengusir bayangan yeoppo genie noona yang tak lain adalah aku.

“Ya Ya Luhan kau mengusir temanmu sendiri eoh? Oke nah sekarang katakan permintaanmu itu” ucapku sambil tersenyum yah semoga saja tidak yang aneh-aneh.

 

“Euhm bisakah kau membantuku…”

“Yak membantu…”

“Membantuku… mendekati seorang yeoja”

“mendekati seorang yeoja…”

“dan menjadikan yeoja tersebut sebagai yeojachinguku”

“dan menjadikan yeoja tersebut sebagai yeojachinguku…”

“yeoja itu bernama Jessica” ucap Luhan kini sambil terkikik pelan.

“yeoja itu bernama Jessica. Eh? Tunggu tunggu. Kuulangi dari awal ya? Bisakah kau membantuku… mendekati seorang yeoja… dan menjadikan yeoja tersebut menjadi yeojachinguku… yeoja tersebut bernama Jessica. Nah itu permintaanmu kan Luhan?” tanyaku polos kea rah Luhan sedang Luhan malah tertawa keras dengan pertanyaanku tadi.

“Yah kenapa kau seperti mencelaku? Aku kan hanya ingin mengabulkan permintaanmu” ucapku kecewa. Tanpa kusadari Luhan kini mengangkat tubuhku dalam pelukannya.

 

“Hyaaaaaaa Luhannie….. Turunkan aku, ppali” perintahku takut. Kini aku hanya bisa mencengkram bahunya sebagai pegangan supaya aku tidak jatuh. Aku benci terjatuh.

“Sica-ya kenapa kau pabo sekali eoh?” ucapnya sambil tetap tersenyum ke arahku.

“Nde? Pabo? Aku?” tanyaku sambil menunjuk diriku sendiri, sedang Luhan kembali terkikik pelan.

 

“Sica-ya kenapa kau tidak sadar-sadar?” ucap Luhan sambil menggelengkan kepalanya gemas.

“Sadar kenapa Luhannie? Aku tidak pingsan kok, buktinya sekarang aku mencengkram bahumu erat” balasku heran. ‘Apanya yang sadar?’ batinku.

 

Luhanpun menurunkanku dari pelukannya dan tangannya beralih mengenggam kedua tanganku erat. Akupun hanya bisa menatapnya bingung.

 

“Aish Pabbo Sica. Humm karena kau tidak sadar-sadar. Begini saja ya, Jessica Noona maukah kau menjadi yeojachinguku” ucap Luhan dengan serius. Aku meneliti manic matanya dalam dan tak kutemukan kebohongan sedikitpun di sana. loh? Bukannya tadi dia menyebut Jessica? Jessica itu? AKU?!?!?

“HYAAAAAAAAAAAAAA LUHAN kenapa kau tidak memberi tahu kalau itu aku?” teriakku sambil menujuk diriku sendiri lagi.

“Kau sendiri yang tidak sadar-sadar kenapa menyalahkanku?” balas Luhan enteng. ‘Aish namja satu ini ya’

“Nah karena berdasarkan perjanjian, yang kalah harus menuruti kemauan yang menang. Maka mulai detik ini kau resmi menjadi yeojachingu Xi Luhan” ucap Luhan dengan senyum mengembang. Ia lalu menarikku kedalam pelukannya lagi.

 

“Aish kau memelukku lagi. Suka sekali memelukku eoh?” candaku.

“Memang iya. Wae? Kau juga suka? Atau kau memintaku untuk melakukan hal yang lebih dari pelukan? Aku bisa melakukannya siapa takut” balas Luhan panjang. Belum sempat aku menanggapi komentnya itu, Luhan sudah mencium salah satu pipiku.

“Ya, Lu-” omonganku terputus karena sekarang Luhan dengan sukses mencium bibirku ini.

 

“Aish mengapa kau bisa menjadi seperti ini?” ucapku setelah Luhan melepaskan ciumannya. Dia menarikku kembali ke dalam pelukannya.

“Karena aku memang ingin melakukannya sejak dulu Sica-ya” bisiknya di telingaku.

‘OMO I’M GOING CRAZY NOW’

 

-MY ANGEL-

 

Hai hai readers ^^ Ottoe? Ada cerita favorit kalian di sini? Ato mungkin pairing favorit kalian juga ada di sini? Hope you like it ne ^~^ jangan lupa commentnya, Gomawo udah baca🙂

Queen (Teaser)

Queen (Teaser)

Title                 : Queen (Teaser)

Author             : Violet Park

Length             : Chapter

Genre              : Fantasy, Action, Friendship, Family

Rating             : PG-15

Cast                 : SNSD Jessica,  and the other (There’s EXO member in the 1st chapter) ^^

Disclamair       : This story is mine. Get inspiration from Teaser “Wolf” by EXO and the other source. Don’t Be Plagiat!!! And No Bash, please J

Summary         :

“Benarkah ini nyata? Tapi… Mengapa hingga saat ini aku masih belum bisa percaya?”

____________________________________________________________________

= Queen =

“Jangan mencariku sebelum waktunya, Good bye and see you soon” ucap sebuah suara tepat di telinga kanannya. Sebuah benda asing terasa di sekitar leher yeoja tersebut.

“ANDWAE!!!!” teriak yeoja tadi. Tubuhnya mengeluarkan banyak sekali keringat dingin, nafasnya memburu cepat seirama dengan detak jantungnya. Diliriknya sekilas tempat di mana ia berada.

Mimpi?

 

      Benarkah itu hanya sekedar mimpi?

 

            Tapi jika itu memang benar-benar mimpi….

 

                        Mengapa hembusan nafasnya seakan-akan terus terasa dalam tubuh ini?

“Ya, yang mulia. Sekarang anda akan dengan segera bertemu dengannya” jawab namja tersebut dan sedetik kemudian sesosok tadi tertawa keras.

“Sudah kuduga. Nah, sekarang segera jemput dia sebelum bocah sialan itu. Jika bukan karena bocah itu aku tidak akan terkekang layaknya sekarang ini dan terlambat selangkah dengannya” ucap suara tadi.

Sorot mata dingin pemilik sayap api itu terus mengikuti ke mana arah mereka pergi. Sebuah emosi besar terlihat sekilas dari warna matanya yang segera berubah menjadi semerah darah.

Mungkinkah hal itu akan terulang kembali?’ pikir sosok tersebut, dan dengan seketika ia menghilang dari luasnya langit malam.

Seorang yeoja berlari cepat menyusuri rerimbunan pohon. Darah mengucur dari kedua lengan dan pipinya karena terkena ranting pepohonan. Nafasnya memburu hebat seakan tak mau kalah dengan irama detak jantungnya. Berkali-kali ia melihat ke belakang dan dengan segera ia menangkap sosok yang sedaritadi mengejarnya. Sosok itu kini menjadi kian dekat.

‘Ugh sial!’ batinnya. Iapun kembali menengokkan kepalanya ke depan, dilihatnya sebuah pohon besar dan sebersit ide muncul dalam pikirannya.

‘Apa boleh buat, Tuhan kumohon lepaskan aku dari sosok itu’

Hup!

Satu tolakan cepat yeoja itu langsung membuatnya berada di salah satu dahan besar pohon tersebut, iapun menghela nafas lega walau masih tak percaya dengan apa yang dilakukannya. Namun tak disadarinya sosok tadi juga sudah berada di dahan yang sama dengan gadis tersebut, gadis itu kini berada tepat di atas sosok tadi. Nafas yeoja tersebut tercekat saat itu juga, peluh dingin kembali mengucur deras. Satu nama ia ucapkan saat itu juga.

“Mulai saat ini kau harus selalu berada di sekitarku”

“Kenapa?”

“Tak usah kau bertanya. Cukup berada di sampingku saja”

“Bagaimana kalau aku tidak mau?”

“Hmm Tadi kau berkata apa? Wah berani juga kau ternyata. Siap-siap saja untuk kehilangan salah satu hal yang paling berharga untukmu malam ini”

“Apa? Kau berani rupanya. Huh! Kau pikir kau bisa mengalahkanku di tempat ini?”

Yeoja itu langsung berhenti berbicara seketika, ia merasakan rasa sakit di sekitar lehernya. Diliriknya sekilas dan ia terkejut melihat bekas merah di area tersebut.

“Kau!!”

“Maka dari itu, tetaplah di sampingku dan jangan bertindak bodoh agar kau tidak mengalami yang lebih dari itu”

=Queen=

Nah, sekian dulu teaser fanfic yang agak panjang ini ne? ^^

#bocoran!!! ada 2 tokoh namja untuk chapter pertama. Who’re they? Guest it your self first ^^

Don’t forget to comment Chingu, Gomawo and see you in the 1st Chapter soon ^_^

Special Stage

Special Stage

Title                 : Special Stage

Author             : Violet Park

Length             : Oneshoot

Genre              : Friendship, Romance, Comedy (?)

Rating             : PG-15

Cast                 : EXO Chanyeol, EXO Kris, EXO Baekhyun, EXO Luhan, EXO Suho, All member SNSD, F(x) Krystal, SHINee Jonghyun, Lee Soo Man.

Disclamair       : This story is mine. Don’t Be Plagiat!!! Cause this is just imagination No Bash, please J (Love + Girls = Peace, okay J)

____________________________________________________________________

= Special Stage =

D-60 SM Town Seoul

“Ya dan untuk bahasan terakhir, SM Town tahun ini akan ada perform spesial” ucap Lee Soo Man membuat seluruh artis SM Town yang berada di dalam ruang rapat kali itu terdiam, kecuali salah seorang yang dengan tenangnya tertidur di samping salah seorang yeoja berambut panjang.

“Perform ini akan melibatkan beberapa member dari grup EXO” tambah Lee Soo Man membuat beberapa member EXO memukul udara kosong penuh rasa bahagia, namun belum sampai di situ kebahagiaan mereka.

“Kalian akan berpasangan dengan member SNSD, lagu untuk perform akan diberitahukan oleh manager kalian dan untuk gerakan hum…. kalian dapat beratih mulai besok” dan dari keterangan tersebut membuat member EXO dan SNSD membelalakkan mata mereka.

“Lalu untuk member EXO siapa saja sajangnim?” Tanya Suho sopan.

“Oh ya ya” ujar Lee Soo Man sambil mengetukkan telunjuknya di meja rapat dan sesekali melihat beberapa member EXO.

“Untuk perform ini… member EXO akan diwakili oleh Chanyeol, Kris, Ehm… Baekhyun dan…. Luhan” Chanyeol dan Krispun berhigh five singkat sedangkan Baekhyun dan Luhan menghembuskan nafas pelan.

Ah latihan lagi…’ batin Baekhyun dan Luhan bersamaan.

“Dan untuk member SNSD…” kontan member SNSD terutama Sooyoung dan Sunny menajamkan indra pendengaran mereka.

“Tiffany”

“Yes, perform yuhuuu” girang Tiffany dan langsung di jitak oleh Hyoyeon.

“Pelankan suaramu Fany-ah” bisik Hyoyeon dan hanya dib alas cengiran kecil oleh Tiffany.

“Lalu Sooyoung”

“Ah kenapa harus Sooyoung?” gerutu Sunny dan langsung di balas oleh Sooyoung.

“Aku akan dengan Kris, untuk menyesuaikan tinggi badan” dan hal itu membuat Sunny melipat tangannya kesal.

“Lalu Taeyeon”

“Chukkae eonnie” ucap Seohyun yang dibalas dengan senyuman Taeyeon.

“Dan…”

“Ah kumohon aku” ucap Yuri.

“Aku saja” tambah Hyoyeon.

“Huwaa eonnie aku saja” rengek Yoona.

“Kalian bertiga kan akan battle dance, tidak bisa” tolak Lee Soo Man dan ketiga yeoja tersebut mengerucutkan bibirnya kesal.

“Untuk kali ini Jessica saja. Nah bagaimana Jessica? Tidak keberatan bukan?” Tanya Soo Man dan seketika seisi ruangan rapat dengan segera melirik ke arah yeoja yang memang selalu tidur di saat rapat SM Town tersebut.

“Eonnie, ayo bangun eonnie” bisik Krystal.

“Nuna ayo bangun-ah-nuna-ppali ya” tambah Jonghyun yang memang berada di samping yeoja tersebut sambil mengoncangkan tubuh Jessica pelan.

“Ehm… Nde Kry, Jongie wae? Rapatnya sudah selesai ya?” ucap Jessica jujur tanpa tahu bahwa seisi ruangan rapat melihatnya kini.

“Nah kenapa semuanya melihat kepadaku? Jongie, Krys apa ada yang aneh di wajahku?” Tanya Jessica sambil meraba wajahnya.

“Haha nuna nuna aniya, hanya saja Soo Man sajangnim ingin tahu apakah nuna bersedia untuk tampil dengan member EXO? Di SNSD sudah ada Tayeon nuna, Tiffany nuna dan Sooyoung” jelas Jonghyun.

“Nde tak apa sajangnim” ucap Jessica menghadap Lee Soo Man yang dengan segera menutup rapat kali itu.

“Krys memangnya member EXO siapa saja yang akan perform?” Tanya Jessica sewaktu rapat usai.

“Nde eonnie? Oh itu ada Kris oppa, Chanyeol, Baekhyun oppa dan Luhan oppa”

“Eh? hanya empat? Memangnya couple ya Krys?”

“Molla eonnie, oh ya lagunya nanti akan diberitahukan oleh manager eonnie sedangkan untuk latihannya bisa dimulai besok” ucap Krystal.

“Ah latihan lagi Uh~ kapan aku bisa tidur panjang~ A~ eomma~” protes Jessica sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Hahaha eonnie eonnie, ah sudah dulu ya eonnie aku kembali ke dorm dulu nanti dimarahi Victoria eonnie hehe. Annyeong” pamit Krystal sembari berpelukan erat kepada eonnienya itu.

“Nde Krys hati-hati salam untuk semuanya ya?”

“Nde eonnie, eonnie juga hati-hati dan semangat untuk latihan ne? Fighting!!!” dan setelah mengucapkan kata tersebut Krystal langsung melesat keluar gedung SM dan segera kembali ke dorm.

“Ah baiklah, jadi… lagu apa ya?” heran Jessica.

“Ma-Na-Ger……..” panggil si Happy virus dengan teriakan over happinnessnya.

“Ya! Jangan teriak-teriak di dalam gedung Channie” sahut Kris dan Suho bersamaan sedangkan sang manager hanya menghela nafas lega karena Chanyeol yang berhenti berteriak sebelum namja jangkung tersebut di seret petugas keamanan keluar gedung.

“Nde, kau penasaran dengan lagu untuk perform?” Tanya sang manager.

“Nde kau tahu saja manager. Nah jadi apa lagunya? Apa? Apa?” Tanya Chanyeol antusias.

“Kau tahu venus kan?”

“Venus? Ehm ehm ehm venus… ehm venus ya? Hum…”

“Jangan bilang kau tak tahu Channie~” goda Baekhyun dan mendapat tatapan death glare dari Chanyeol.

“Venus adalah salah satu lagu dari Shinwa di album ke sepuluh mereka nah kalian akan latihan besok okay. Dan…. Luhan jangan sampai kau terlambat!!!” ucap sang manager membuat Chanyeol berah-oh ria dan sukses membuat Luhan yang sedang asyik menikmati bubble tea miliknya tersedak.

“Uhuk baik manager” sela Luhan sambil menepuk dadanya pelan untuk menetralisir tersedaknya tadi.

“Nah untuk lagu yang akan kalian tampilkan esok adalah Venus” ucap manager SNSD sewaktu kesembilan yeoja cantik tersebut berada dalam van menuju ke dorm mereka.

“Jinjja? Ya~” teriak Sooyoung, Tiffany dan Yoona bersamaan.

“Soo, Tiff, Yoong dengarkan dahulu” ucap Taeyeon bijak dan disetujui oleh Seohyun yang kini menganggukkan kepalanya.

“Hehehe” balas ketiga yeoja tersebut dengan senyum tiga jari andalan mereka.

“Dan kalian bisa berlatih besok jam 9 pagi okay? Dan untuk Jessica jangan sampai bangun terlambat lagi ne?”

“Nde manager” balas Jessica setelah menguap pelan dan langsung bersandar pada bahu Yuri untuk tidur.

D-59 SM Town Seoul

“Hyung kajja” ucap Chanyeol antusias sambil berlari kecil dan menyeret tangan Baekhyun yang sedang menguap pelan dan tangan Baekhyun yang bersambung kepada Luhan yang terlihat masih menutup matanya dengan damai (?)

“Ya! Hyung bangun-ah-ya-aish jinjja” gerutu Chanyeol yang menyadari kedua hyungnya yang masih mengantuk. Iapun melirik Kris yang juga dalam kondisi sama seperti kedua namja tadi.

“Ah mengapa hyungku semuanya seperti panda begini? Huwee Hyung banguuuun” ucap Chanyeol frustasi, iapun hendak saja meneriakkan teriakan bangun tidur kepada ketiga hyungnya namun karena jarak practice room yang sudah tinggal beberapa langkah membuatnya mengurungkan niatnya itu.

Ah semoga hyung sudah bisa membuka mata mereka ketika berada di practice room nanti’ batinnya.

Sedangkan di dalam practice room ke empat yeoja sudah berada di dalam sana 10 menit yang lalu dan tentunya koreografer mereka.

“Nah dimana hoobae kita yang satu itu?” gerutu Sooyoung yang sedaritadi berjalan bolak-balik di hadapan ketiga yeoja yang lain.

“Sabar dulu Soo mereka akan datang sebentar lagi kok” ucap Taeyeon dan Tiffany menenangkan sedangkan Jessica seperti biasa ia terlihat memejamkan matanya dengan nyaman.

“Nah itu mereka” antusias Tiffany ketika melihat rupa belakang (?) Chanyeol dan membuat Sooyoung langsung berjalan ke arah Jessica untuk membangunkan yeoja tersebut.

“Eonnie~ Ayo ba~ngun mereka sudah da~tang” panggil Sooyoung dan langsung membuat Jessica terbangun.

“Nah untuk kali ini Kris akan berpasangan dengan Sooyoung, Chanyeol dengan Tiffany, Baekhyun dengan Taeyeon dan Luhan dengan Jessica” perintah sang koreografer dan langsung diberi anggukan persetujuan oleh mereka.

sudah kuduga aku akan dengannya” batin Sooyoung dan Kris bersamaan.

huwaa tiffany nuna” batin Chanyeol girang.

owa baekkie-ah?” heran Taeyeon.

nde? Taeyeon nuna?” batin Baekhyun sedangkan Luhan dan Jessica? Mereka sama-sama menutup mata mereka kembali dengan tenangnya.

“Dan di lagu ini akan ada sedikit drama dalam gerakan kalian, dan karena kalian berpasangan kalian dapat bebas membuat gerakan yang cocok untuk lagu tersebut maka dari itu kalian harus mengembangkan chemistry masing-masing, nah tentunya untuk member EXO kalian tahu kan dibagian mana saja mini drama tersebut?”

“Nde? Chemistry? Maksudnya kami akan berlatih berdua begitu?” Tanya Sooyoung.

“Mungkin.. ah tentu iya tapi bersama-sama dengan yang lain kok, namun jika jadwal kalian senggang kalian bisa melakukannya berdua”

“Nde? Berdua? Baekkie apanya yang berdua?” kaget Luhan.

“Ah hyung kau pasti tertidur,aigoo hyung. Di lagu venus ini akan ada sedikit drama untuk perform kita nanti yang pas bagian individual itu lho hyung yang sudah dijelasin panjang lebar oleh manager, nah drama tersebut membutuhkan chemistry per couple, ya begitu deh pokoknya” sambar Chanyeol dan dijawab anggukan oleh Luhan.

‘Oh begitu ya? Eh? chamkaman? Apa tadi? couple?

“Channie memangnya coupleku siapa?” Tanya Luhan polos membuatnya mendapatkan jitakan dari Kris, Baekhyun dan Chanyeol.

“Jessica nuna Luhan, makanya jangan tidur terus!” teriak ketiga namja tadi membuat Jessica yang sejenak tertidur terbangun kembali.

“Ada apa denganku?” Tanya Jessica polos sedangkan member SNSD yang lain hanya menggelengkan kepalanya.

“Ah nuna kenapa kau juga sama seperti Luhan hyung? Ah aku mau mati saja kalau begitu” ucap Chanyeol frustasi.

“Nah Channie…kalau kau mati siapa yang akan menemani Tiffany nanti hum?” Tanya Jessica dan diberi tambahan death glare BaekKrisSoo.

“Oh iya ya lupa” cengir Chanyeol.

“Soo memangnya ada apa denganku?” Tanya Jessica sambil menonton mv shinwa dan live stage mereka untuk lagu venus setelah menepi dari kumpulan member EXO yang saling berebut menjitak kepala Luhan agar namja tersebut bangun dar tidurnya secara permanen.

“Kau akan berpasangan dengan Luhan eonnie”

“Ah syukurlah”

“Eh? waeyo? Kau suka dengan Luhan eonnie?”

“Nde? Bukan, hanya saja jika dengan Kris ataupun Chanyeol berapa centimeter hak yang harus kupakai?” jawab Jessica polos membuat Sooyoung tertawa keras.

“Kau ambil tangga saja eonnie nah pasti nanti akan seimbang” jawab Sooyoung asal yang langsung diberikan jitakan kecil oleh Jessica.

“One two three nah Chanyeol kau ada kesalahan di gerakan itu-nah itu baru betul” titah sang koreografer. Sudah beberapa hari berjalan dan baru latihan untuk anak-anak EXO. Sedangkan SNSD? Karena jadwal masing-masing mereka untuk 1 minggu ini tidak bisa ikut dalam latihan.

“Ah hyung capek” rengek Chanyeol dan langsung diberikan air minum oleh Kris.

“Minumlah dulu Channie, jika kau merindukan Tiffany nuna besok ia dan yang lainnya siap untuk berlatih bersama kita, nah ayo kita latihan lagi” ucap Kris bijak membuat Chanyeol segera bangkit.

“Ah baru mendengar nama Tiffany nuna saja moodmu sudah naik 200% bagaimana kalau bertemu nanti ya?” goda Baekhyun yang sekarang tengah melihat wajah bersemu merah milik Chanyeol.

“Yah hyung jangan menjahiliku” protes Chanyeol yang mendapatkan tawa dari Luhan dan Kris.

You light up

Light up, light up, light up

 

Ggumman gatasseo (Dreamer dreamer)

Silkubich neowi duresu (Angel angel)

Sumgyeoli nuggyeojye (Closer closer)

Neorul burugo isseo

 

You’re my lo-o-o-o-o-ve venus

Eoreo buteo beorin

Nae momul nogyeo

Neol japgo jabgo sipungeol

Just say your love

Neol japgo jabgo sipungeol

Just say your love

Suara lagu venus memenuhi salah satu kamar di dorm SNSD terlihat lima orang yeoja tengah memperhatikan kembali live stage dari lagu tersebut di depan layar laptop milik salah satu yeoja di sana.

“Nah kalian masuk untuk reff pertama lalu kalian akan kembali lagi setelah ehm lirik reff pertama yang dipertengahan habis, untuk gerakannya coba ikuti ini dulu ya, one-two, three-four okay, one-two-three-four” perintah Hyoyeon yang langsung ditirukan oleh keempat yeoja yang lain.

“Nah Sooyoung kau sudah bisa, untuk Tiffany kau masih banyak kesalahan, Ehm? Taeyeon tanganmu kurang pas-nah seperti itu-yak bagus, Jess posisi tanganmu jika tidak tepat akan berbahaya bagi Luhan hati-hati okay?” nasihat Hyoyeon setelah melihat gerakan keempat member segroupnya itu, iapun kembali membenarkan gerakan yang dirasanya kurang pas sebelum menutup pintu kamar Jessica dan Sooyoung.

“Yes gerakan pertama 100% complete” ucap Sooyoung senang iapun kemudian menidurkan dirinya di kasur empuk di tempat tidurnya bersama Jessica setelah segudang aktivitasnya di hari ini.

Tiffany? ia kembali melihat live stage lagu venus serta di sampingnya ada Taeyeon yang sedang mengukur untuk gerakan tangannya agar dirasa pas.

Sedangkan Jessica? Ia bingung

Memang Luhan seberapaku ya? Apanya yang berbahaya?” heran Jessica dalam hati. Setelah mengingat gerakan yang dilakukannya barusan berkali-kali, iapun tersadar dan semburat merah terpampang dipipinya sekilas.

Aigo aku lupa pasanganku adalah namja, yaa Pabo Sica” batinnya kesal sambil memukul kepalanya pelan.

Hari demi haripun berlalu dengan cepat

Taeyeon dan Baekhyun, Tiffany dan Chanyeol, Kris dan Sooyoung sudah mempunyai ide untuk gerakan dalam drama kecil mereka sedangkan pasangan Luhan-Jessica? Mereka masih masih bingung karena posisi Jessica yang terkadang salah untuk bagian-bagian tertentu sehingga jika latihan bersama…. pasangan tersebut akan tetap tinggal diruangan untuk praktek kembali.

“Eonnie kami kembali dulu ya?” pamit Tiffany dan Sooyoung sedangkan Taeyeon sudah kembali dahulu karena ada jadwal.

“Nde nuna kami pamit dulu ne? Hyung jangan melakukan sesuatu yang aneh dengan Jessica nuna. Awas kau nanti” ucap KrisChanBaek bersamaan.

“Nde Tiff Soo hati-hati di jalan” ucap Jessica sambil melambaikan tangannya sedangkan Luhan hanya dapat mengerucutkan bibirnya kesal.

Memangnya aku hendak melakukan apa dengan Jessica nuna?’ herannya.

“Nah Luhan ayo kita mulai lagi, kata Hyoyeon kemarin aku sudah ada perubahan untuk gerakan tangan itu” semangat Jessica sambil mengepalkan tangannya ke depan membuat Luhan hanya terkekeh pelan.

“Ya mengapa kau menertawakanku?” marah yeoja tersebut.

“Hahaha yang benar saja sunbae, aku harus selalu menghindar dahulu jika harus berpasangan denganmu untuk lagu ini. Gerakanmu akan membahayakan kita berdua” balas Luhan membuat Jessica hanya dapat melongo kepada hoobaenya itu.

“Membahayakan? Kenapa lama-lama bicaramu seperti namja yadong saja Luhan? Mengerikan” ucap Jessica pelan namun masih dapat didengar oleh Luhan.

“Wah~ sunbae tidak percaya ya? Nah ayo kita buktikan” ujar Luhan sambil menarik tangan Jessica dan memplay lagu bagian yang ditarikan oleh dirinya dan Jessica.

Ggumman gatasseo (Dreamer dreamer)

Silkubich neowi duresu (Angel angel)

Sumgyeoli nuggyeojye (Closer closer)

Neorul burugo isseo

 

You’re my lo-o-o-o-o-ve venus

Eoreo buteo beorin

Nae momul nogyeo

Neol japgo jabgo sipungeol

Just say your love

Neol japgo jabgo sipungeol

Just say your love

“Ya! Mengapa kau terlalu dekat?” teriak Jessica sambil memundurkan tubuhnya dari Luhan.

“Tuh kan sudah kubilang itu berbahaya, sunbae sih tidak percaya” balas Luhan sambil kembali terkekeh pelan.

“Arasseo itu salahku, mianhae. Nah, jadi hanya aku yang terlalu dekat kan kesalahannya? Tidak ada yang lain?” Tanya Jessica kembali.

Luhanpun hanya menaruh tangannya di dagu setelah mempause lagu di handphone miliknya. Ia memperhatikan sunbaenya tersebut cukup lama yang kontan membuat Jessica risih dan kembali menanyainya pertanyaan yang sama.

“Sunbae terlalu menggerakkan tangan sunbae terlalu ke atas, bagaimana jika nanti costum untuk kami nanti sejenis kaos v-neck yang berbahan tipis? Pasti nanti dada bidangku akan terekspos banyak orang kan?” ujar Luhan dan dilihatnya Jessica mengerucutkan bibirnya kesal.

“Baiklah-baiklah aku tidak akan terlalu dekat dan mengangkat tangan terlalu ke atas, lalu apa lagi?”

“Humm, apalagi ya? Ah di bagian terakhir pelukanmu kurang kencang sunbae”

“Jinjja? Seperti ini kurang kencang?” Tanya Jessica sambil memeluk Luhan dari belakang, mempraktekkan gerakan tarian pada lirik di lagu tersebut.

“Kurang sunbae” jawab Luhan padahal pelukan Jessica sudah dirasanya amat sangat kencang.

”Ya! Hoobae yadong, kau ketularan siapa jadi yadong begini? huh menyebalkan” teriak Jessica yang menyadari bahwa pantulan cermin di depannya sudah mejawab pertanyaannya barusan.

“Hahahaha bercanda sunbae nah mari kita latihan untuk mini drama kita” perintah Luhan.

“Lho memangnya bagian vocalmu yang mana?”

“Sinbiroun Your eyes. Nunbusin This night. Ajumeon gusuro. Deryeogalge songgute dahul ddae.  K-R-I-S. ah sunbae berapa kali kita latihan kau masih lupa juga aigoo~” ucap Luhan pura-pura kesal.

“Hehe mianhae. Baiklah lalu apa yang harus kita dramakan di lirik itu? Aku harus berbuat apa?” Tanya Jessica sambil berpuppy eyes ria yang membuat Luhan terkekeh pelan. Iapun kembali merenung dan mengamati Jessica lagi.

“Ah aku punya ide”

Gladi bersih SM Town Seoul untuk tahun ini berlangsung cepat dan meriah. Member EXO dan SNSD yang mendapatkan salah satu special perform sudah menjalankannya setengah latihan mereka. Taeyeon, Tiffany dan Sooyoung sudah melakukannya dengan benar sedangkan untuk Jessica, ia dan Luhan malah tertawa bersama ketika keduanya melakukan kesalahan.

“Sunbae kan sudah kubilang itu berbahaya” bisik Luhan sedangkan Jessica mengangkat tangannya membentuk symbol OK dan berusaha menahan tawanya ketika melihat wajah Luhan yang terlalu dekat.

“Nah sebentar lagi giliran mini drama kita sunbae, jangan lupa ekspresimu” bisik Luhan lagi sambil mengedipkan matanya sekilas, Jessicapun hanya dapat memberikan smirk sekilasnya dan kini… sorot mata Jessica berubah seperti yang diinginkan Luhan.

Riuh sorak sorai fans memenuhi tempat berlangsungnya SM Town Seoul. Bermacam-macam light stick menyala terang memberikan keindahan tersendiri untuk konser akbar tersebut. Suara fans bahkan semakin keras dimana akan ada special performer setelah sebelumnya dihibur oleh penampilan idol group lainnya.

Satu demi satu member EXO memasuki panggung dengan kostum berwarna hitam dan putih dan bersamaan dengan itu lagu venuspun terdengar mengalun dari keempat namja tadi membuat fans EXO berteriak makin histeris meneriakkan nama masing-masing dari keempat namja tersebut.

Ggumman gatasseo (Dreamer dreamer)

Silkubich neowi duresu (Angel angel)

Sumgyeoli nuggyeojye (Closer closer)

Neorul burugo isseo

 

You’re my lo-o-o-o-o-ve venus

Eoreo buteo beorin

Nae momul nogyeo

Neol japgo jabgo sipungeol

Just say your love

Neol japgo jabgo sipungeol\

Just say your love

Tak selang berapa lama, Fans SNSDpun tak kalah heboh mengetahui bahwa keempat member idola mereka juga tampil dalam perform ini. Empat anggota dari SNSD tersebut mengenakan dress berwarna putih dan mengenakan topeng di wajah mereka.

Bidikan kamera fans juga tak luput meramaikan perform special tersebut dan bahkan teriakan fans lain juga semakin menjadi jadi saat mini drama masing-masing personel di tampilkan.

Apalahi di saat pembuka mini drama tersebut merupakan bagian Luhan dan Jessica yang sedang beradu acting untuk beberapa saat, kedua fans masing-masing pihak semakin menjerit tak karuan.

Bidikan kamera malah semakin gencar menyerang ketika kedua manusia tersebut memainkan peranan singkat mereka terutama setelah Luhan melepaskan topeng yang dikenakan Jessica dan membuat beberapa skin ship dengan ice princess tersebut.

Hal ini tentu saja belum termasuk dengan mini drama couple lainnya yang juga mengejutkan fans yang menonton. Alhasil perform mereka kali ini sukses besar dan mungkin akan dilaksanakan kembali untuk SM Town di kota berikutnya.

“Waaa chukkae hyung atas keberhasilannya” serbu Chanyeol kepada ketiga namja tersebut setelah perform mereka berdelapan usai.

“Kau juga Channie kau juga menampilkan yang terbaik dengan Tiffany nuna” balas Luhan yang diangguki oleh Kris dan Baekhyun.

“Wah kau juga begitu hyung membuat skin ship yang mendebarkan dengan Jessica nuna. Wow~” tambah Chanyeol antusias yang membuat Luhan hanya terkekeh mendengarnya.

“Hyung mungkin saja setelah ini nanti ada LuSica atau HanSica shipper di seluruh penjuru korea ah bukan dunia” tambah Baekhyun sambil memukul punggung Luhan keras (over excited) dan langsung membuat Luhan yang sedang meneguk minuman yang baru saja diberikan oleh staf menyemburkan air minumnya.

“YA! Baekkie Appo!” teriak Luhan.

X Day after SM Town

Jessica yang sedang asyik berjalan di jalanan dekat gedung SM dengan menggunakan penayamaran seperti biasa dikagetkan oleh seorang yeoja berambut lurus panjang dihadapannya.

“Jessica eonnie?” tanyanya.

“Nde? Mianhamnida kurasa kau salah orang” elak Jessica, ia takut penyamarannya terbongkar dan jika hal tersebut benar-benar terjadi ia pasti harus susah payah melarikan diri dari banyak orang.

“Ah aku tahu itu kau eonnie, tenang saja aku tidak akan memberitahukan kepada siapa-siapa. Mian mengagetkanmu” ujar yeoja tersebut membuat Jessica menghembuskan nafas lega.

“Ehm eonnie… boleh aku meminta pertolonganmu?” Tanya yeoja tersebut.

“Ehm? Nde?”

“Bisakah…. kau memberikan ini kepada Luhan oppa?  Aku salah satu fansnya” ujar yeoja tersebut sambil menyerahkan bingkisan berwarna putih kepada Jessica.

Jessica hendak saja menolak dengan lembut permintaan yeoja tersebut karena ia tidak terlalu akrab dengan Luhan. Namun ia hanya dapat menerimanya, karena yeoja tersebut dengan cepatnya berlari meninggalkan Jessica dan bingkisan putih tersebut di tangannya.

“Ah okay, aku harus bertemu dengan Luhan… lagi”

Seorang namja yang sibuk menyesap bubble tea milikya di kafe gedung SM tiba-tiba tersedak ketika merasakan tepukan pelan di punggungnya.

“Haish sunbae kau mengagetkanku saja” lega namja tersebut.

Yeoja yang menepuk punggung namja tersebutpun tersenyum tiga jari dan langsung duduk di depan namja tersebut duduk. Iapun segera memesan minuman yang sama kepada salah satu pelayan di sana.

“Ah iya aku hendak memberikan ini padamu” ujarnya sambil menyerahkan bungkusan berwarna putih.

“Nde? Ulang tahunku sudah lewat jauh lho Jessica sunbae” herannya namun masih tetap mengambil bungkusan tersebut.

“Ya! Mengapa aku harus memberimu kado ulang tahun? Kau bahkan tidak pernah memberiku kado. Itu bingkisan dari fansmu” balas Jessica kesal sambil melipat tangannya ke depan.

“Ah nde-nde arachi sunbae hehe. Wah ige mwoya?” excited Luhan ketika membuka bingkisan tersebut dan dilihatnya sebuah album foto.

“Memangnya apa itu Luhan?” Tanya Jessica sambil ikut-ikutan melonggokkan kepalanya.

“Album foto sunbae, mau melihat bersama?” tawar Luhan senang.

“Nde, coba lihat”

After some minutes

“EH?” teriak keduanya ketika melihat 1 album foto berisi penuh dengan moment mereka berdua saat SM Town kemarin.

“Omo kenapa isinya foto kita semua?” kaget Jessica sedangkan Luhan hanya tersenyum kecil.

“Wah kenapa omongan Chanyeol terkabul ya? Ada LuSica dan HanSica shipper sekarang ehm… apa ini? Fansku ingin kita menjalin hubungan serius? Wah daebak!” dan kontan itu membuat Jessica mendelik sebal kepada hoobaenya ini.

“Luhan jangan menambah anti-fansku dengan perkataanmu barusan!!! Namja yadong aaaaa paboya!!!” teriak Jessica kesal sambil memberikan pukulan di tubuh Luhan sedangkan namja itu terkekeh dengan tingkah sunbaenya itu.

“Wo Ai Ni sunbae” ucap Luhan sekilas dan mengecup pipi Jessica dan itu di depan beberapa artis SMent yang sedang berada di sana membuat Jessica kembali berteriak.

“LUHAN!!!!!!!”

=Special Stage=

Oh ya maaf ne, jika imajinasi author kurang (?) terutama untuk couple yang lain huhuhu mianhae itu karena author bkinnya kurang persiapan jadinya ancur begini jongmal mianhae TT_TT

Fanfic ini author bikin buat selingan dari fanfic Queen soalnya yang 3rd chapter masih belom selese, it’s cause……. author kebanyakan ide tapi masih galau nentuin setting plus latarnya buat cerita di 3rd chapter jadinya masih ribet nentuin yang mana dulu yang bakal diketik buat chapter itu Hahem~ derita banget dee rasanya -________-

Ah almost forget, please give your comment to this fanfic nde chingudeul? and I hope no bash please J remember Love + Girls = Peace ^^

Once again I will say “Thank You Very Much” to read this fanfic J

And the last….. See you again in the next fanfic😀

Full of Love : Violet Park ^*^ @WahdaSicca

Heart Voice

~Heart Voice~~

“luhan? Kau mau bertemu dengan anak ahjumma? Dia bisa menjadi teman barumu nanti” Tanya ahjumma yang merupakan tetangga baru kami di korea.

“ne ahjumma, apa dia mau berteman denganku?” tanyaku dengan bahasa korea yang sedikit terbata-bata, maklum aku baru saja pindah dari china. Bisa kulihat seorang anak perempuan yang berdiri di belakang ahjumma tadi. ‘Apa dia takut padaku ya?’

“soo yeon, dia luhan teman barumu. Ayo kenalkan dirimu” ucap ahjumma tadi.

“apa dia bisa berbahasa korea eomma? Kudengar tadi keluarganya berbahasa asing yang tidak kukenal” jawab anak perempuan tadi dengan berbisik tapi masih bisa kudengar.

“hum mungkin bisa eomma tadi mendengar ia berbicara dengan bahasa korea tadi yah walau masih terbata-bata, coba saja dulu ya?” jawab ahjumma tadi sambil menuntunnya pelan. Kulihat ahjumma tadi berbincang dengan eomma dan appa dan meninggalkan kami berdua.

1 menit, 3 menit, 5 menit anak perempuan tadi masih berdiam di tempatnya entah sedang memikirkan hal apa aku kurang mengerti. ‘Apa ia takut padaku ya? Hey apa aku ini anak yang kelihatan menyeramkan?’

“ehm annyeong, soo yeon imnida. Ah tapi kau bisa memanggilku Jessica” tiba-tiba saja ia mulai berbicara.

“ah Jessica ne? annyeong luhan imnida. Bangaptsumnida. Maaf jika terkadang aku terbat-bata. Aku masih belum terbiasa” ucapku malu.

“ah gwencana luhan-ssi. Aku bisa mengajarkan bahasa korea padamu” ucapnya ramah sembari tersenyum padaku. Senyuman yang begitu hangat

>>>

Dari jendela kelasku yang berada di lantai dua sekolah, Kulihat Jessica sedang berbincang akrab dengan seseorang yang belum kukenal di sekolah. Tapi kata-kata teman yeoja sekelasku dia bernama choi seung hyun (nama asli TOP ^^’). Yak apa yang mereka bicarakan ya? Kelihatannya nyaman sekali mereka berdua. Kulihat lagi ia membagi sesuatu ke Jessica dan Jessica terlihat senang dengan pemberiannya karena terlihat dari senyum yang mengembang di wajah manisnya itu. Hum kenapa hati ini sakit sekali ya melihat mereka berdua tadi?

“sica~” panggilku ketika aku bermain ke rumahnya. Yapz aku sering kali bermain ke rumahnya, terkadang aku menginap di rumahnya juga. Eitz, jangan mengira jika aku tidur di kamarnya karena aku selalu tidur di kamar tamu di seberang kamarnya dan adiknya krystal.

“ne~ luhannie” jawabnya sembari mencubit pipiku gemas.

“yak appo” erangku.

“mianhae hehe. Waeyo lulu? Ada yang ingin kau tanyakan padaku?” tanyanya sembari mengerlingkan sebelah matanya padaku. ‘yah apa maksudmu tadi sica?’

“ne”

“apa itu tentang apa yang kulakukan hari ini?” tanyanya lagi sembari membuka tas sekolahnya di hadapanku dan mengeluarkan apa yang ada didalamnya.

‘kenapa ia bisa tahu?’ gumamku dalam hati

“jelas saja aku bisa tahu, lulu” jawabnya masih dengan mengeluarkan barang-barang dalam tas sekolahnya.

‘apa ia bisa membaca pikiran orang lain?’ heranku.

“yak jika aku bisa membaca pikiran orang lain aku takkan perlu belajar di saat ujian karena aku tinggal membaca pikiran anak terpandai di kelasku luhannie” jawabnya sembari melihat jam dinding di belakang kami.

‘kenapa ia selalu menebak dengan benar apa yang ada di dalam pikiranku? Aish lupakan luhan lupakan lupakan’ gumamku.

“yak jadi apa yang ingin kau tanyakan tadi?” tanyanya.

“tadi kau bersama seorang anak laki-laki kan? Kalian tadi sedang apa?” tanyaku pada akhirnya.

“hum…coba kuingat-ingat lagi”

‘ayolah cepat’

“sabar sebentar luhannie, otakku masih mencari”

‘aish dia membaca pikiranku lagi’

“aku tidak membaca pikiranmu luhannie~ ah tadi!”

“nde, nugu?”

“dia seung hyun oppa oh tadi dia hanya memberiku es kacang merah. Kami selalu memakannya bersama di musim panas hehe. Apa kau mau es kacang merah luhannie? Besok eomma mau membuatnya. Jika mau kita bawa ke sekolah besok sekalian memberikannya ke seung hyun oppa” ucapnya dengan senyum mengembang di wajahnya.

“ne” jawabku singkat. ‘ah~ mengapa harus dia yang mendapatkan dan memberi makanan tersebut ke sica?’

>>>

“ahahaha oppa kau lucu sekali ahahaha” kudengar tawa Jessica bersama dengan seorang namja yang tidak kukenal namanya sedang aku hanya bisa duduk terdiam mengawasi mereka berdua di kamar Jessica. ‘siapa lagi namja ini?’ batinku kesal. Bagaimana tidak kesal? Semenjak kedatangannya, ia selalu saja menggangguku di saat aku sedang asyik-asyiknya bermain dengan Jessica.

“luhannie~ mianhae kyuhyun oppa tidak ingin mengganggumu kok” ucap Jessica dengan ekspresi sedih yang terlukis di wajahnya ketika namja yang bernama kyuhyun tadi sudah pulang meninggalkan kami berdua di kamar Jessica.

‘apa dia membaca pikiranku lagi tadi?’ batinku heran.

“yak! Sudah berkali-kali kukatakan aku tidak membaca pikiranmu”

“hum….”

“ah~ lulu mianhae, jeongmal mianhae. Kau mau memaafkanku kan? Ya kan? Ayolah~ ya? Ya~?” rengeknya dengan berpuppy eyes ria. ‘kenapa ia selalu berpuppy eyes jika hendak meminta maaf? Itu selalu menjadi senjata terampuhnya padaku huft’

“ara ara, aku memaafkanmu. Nah lalu apa yang dilakukan namja tadi denganmu? Siapa tadi? Kyuhyun? Sampai bisa-bisanya kau mengacuhkanku tadi” ucapku dengan melipat kedua tanganku dan menggembungkan kedua pipiku kesal.

“kau cemburu eoh? Ahaha yeoja sepertimu bisa cemburu ternyata ahahaha….”

‘mwo? Yeoja? Apa dia sudah gila?’

“yak! Tadi aku hanya bercanda padaku pabbo, kenapa kau malah mengataiku gila? Huft menyebalkan” kulihat ia menggembungkan pipinya sepertiku tadi sedang aku hanya terkikik pelan melihat tingkahnya yang manis itu. Manis? Ah mungkin sangat manis hehehe.

“kau tidak mengenal kyuhyun oppa? Ah kau itu… dia itu sunbae kita di sekolah. Dia terkenal diantara yeoja-yeoja lho” ucapnya sambil tersenyum gemas. Nah, sejak kapan dia tertarik dengan namja?

“tidak. Lagipula sejak kapan kau bisa dekat-dekat dengan namja lain selain denganku?” jawabku singkat.

“yak kau! Kau kira aku istrimu apa? Harus selalu denganmu begitu eoh?” balasnya kesal. istri? Bukankah kau istriku memang. Lihat saja nanti di masa depan aku yang akan memasang cincin di jari manismu kelak. Mwo? Kenapa pikiranku bisa seperti itu? Aish aniyo aniyo ><

“Kyuhyun oppa adalah teman dari heechul hyung” ucapnya lagi.

“hyung? Memangnya kau laki-laki?” tanyaku.

“kata heechul hyung aku ini saudara kembarnya kau tahu. Ah ini dia fotonya” ucapnya sembari memberikan sebuah album foto yang di dalamnya berisi foto Jessica dengan teman-temannya termasuk dengan 3 orang namja yang salah satunya adalah kyuhyun tadi.

“yang mana yang heechul?” tanyaku sedang ia langsung menunjuk namja yang berada di sebelah kanannya.

“ini orangnya sedang yang disampingku kyuhyun oppa dan yang dibelakang donghae oppa”

“memang apa hubunganmu dengan ketiga namja tadi? Siapa yang paling dekat denganmu?” tanyaku intens.

“eoh? Mengapa kau penasaran sekali luhannie?” tanyanya dengan sesekali beraegyo ria didepanku.

“yah aku kan hanya bertanya padamu”

“ara ara. Kan tadi sudah kubilang heechul dan kyuhyun oppa adalah seniorku. Mereka seniorku di teater. Donghae oppa juga. Di saat foto itu sewaktu mereka menampilkan sebuah drama pada saat pentas di sekolah dan dari saat itu aku dekat dengan mereka terutama heechul oppa karena ia selalu melindungiku dan menyayangiku layaknya kakak ah sama seperti donghae oppa dan kyuhyun oppa mereka bertiga sayang denganku” terangnya dengan wajah yang bersinar cerah dan senyum manis yang selalu menghiasi wajahnya. Huft tak tahukah aku iri dengan ketiga namja tadi yang selalu memberikan kasih sayangnya kepada Jessicaku. Mwo? Luhannie, ada apa denganmu? Aish -___-

>>>

Hari ini adalah hari yang sangat amat sanga~t membuatku sedih😥. Bagaimana tidak? Seorang Jessica Jung gadis yang biasanya dijuluki ice princess di sekolahnya telah meluluhkan banyak hati pria #termasuk AKU!!!# Telah menjadi yeojachingu seseorang yang merupakan namja popular di sekolahnya aish mengapa aku selalu terlambat dalam melangkah? T,T

3 bulan kemudian…

Hehehe akhirnya dia putus dari namjachingunya. Hehe mianhae Sica karena bahagia di atas penderitaanmu. Bukankah ini berarti aku bisa mempunyai kesempatan untuk mengatakan perasaan cintaku padamu kan? Cinta? Yah jika karena bukan gadis bernama Jessica Jung mungkin aku tidak akan pernah merasakan jatuh cinta.

>>>

Ah~ akhirnya kami berpacaran dan menikmati keseharian selayaknya sepasang kekasih. Berfoto bersama, kencan dan humm berciuman. Yah kejadian tersebut tidak sengaja terjadi ketika sewaktu Jessica terjatuh ke arahku -_-

>>>

Wah ternyata perkataanku dahulu bisa terwujud xD. Akhirnya aku bisa menikahi Jessica pada x bulan x tahun xxxx di gereja yang biasanya sering digunakannya dahulu. Ia semakin terlihat cantik dengan gaun putih yang sederhana namun tetap terlihat elegan. Harus beberapa kali aku mengerjapkan mata agar tersadar dari pesonanya yang menawan. Aish luhan kau harus berkonsentrasi ini pernikahan bukan permainan. Kugandeng tangannya yang lembut menuju altar gereja. Setelah mengucapkan janji pernikahan, sang pendeta mempersilahkan kami untuk berciuman. Mula-mula aku harus menghirup nafas dalam-dalam dan menatap dalam mata Jessica untuk meyakinkanku. Ku miringkan kepalaku perlahan dan dia menutup matanya rapat. Sebelumnya kuucapkan kalimat ‘saranghaeyo my princess, wo ai ni’ di telinga sebelah kanannya dan mulai menciumnya perlahan.

^^ FIN ^^

Yak yak ottoe readers? Apakah ff ini ada humornya?😀 karena terkadang aku sendiri suka ketawa GJ entah kenapa #kalau kumat see hwakaka😛 maaf jika mengecewakan endingnya. Hope you like this fanfic ^^. Jangan lupa tinggalkan jejak ne? :’)